Minggu, 25 Desember 2016

Andrei Karlov duta besar rusia tewas ditembak

[​IMG]

Seorang pria tak dikenal menembak mati Duta Besar Rusia di Turki Andrei Karlov, ia Mengalami luka yang cukup serius dan akhirnya meninggal.

Pada saat itu, Karlov sedang menyampaikan pidato pada pembukaan acara pameran foto bertajuk “Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki” di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara, Senin (19/12/2016).
Kemudian, salah satu tamu di acara pameran tersebut mengeluarkan pistol lalu menembak Karlov. Pelaku ditangkap dan dilumpuhkan. Karlov sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tak dapat diselamatkan.

“Terorisme tidak akan lolos! Kami akan melawannya sekuat tenaga. Diplomat Rusia yang menonjol, salah satu orang yang bekerja begitu keras untuk kontraterorisme akan selalu di hati kami selamanya,” itulah pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Dalam serial foto yang dipublikasikan kantor berita Associated Press, terlihat seorang pria sedang berdiri dan mengangkat pistol di tangan kanannya. Sementara di sebelahnya tubuh duta besar yang telah ambruk.

Meskipun wajah seorang pria yang membawa pistol tertangkap jelas dalam sebuah foto, namun hingga sekarang belum dapat dikonfirmasi identitas pelaku penembakan. Laporan hanya menyebutkan polisi telah melumpuhkan pelaku, tanpa ada informasi lebih lanjut.

[​IMG]

Masih Terlalu cepat untuk menyimpulkan motif si pelaku. Namun, kasus dalam penembakan terhadap pejabat Rusia ini terjadi sehari setelah unjuk rasa di Turki yang menentang campur tangan Rusia dalam konflik di Aleppo, Suriah. Pelaku diduga masuk galeri dengan menggunakan kartu identitas polisi.

Rusia bersama Iran adalah pendukung kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menekan kelompok oposisi yang sebelumnya menguasai Aleppo Timur.

Konflik di Suriah memanas lagi dalam beberapa hari terakhir setelah Assad mengambil alih kembali Aleppo Timur dari penguasaan kelompok oposisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar