Jumat, 30 Desember 2016

Strategi Jokowi

Dengan ditetapkannya Ahok tersangka, maka sekarang Jokowi bisa mengatur ulang posisi politiknya. Ia dengan tenang membidik SBY, Ibas dengan kasus-kasus sebelumnya seperti Century, kasus TPF Munir, kasus Antasari, kasus 34 proyek PLN yang mangkrak. Itu akan terus ditelusuri sampai lebaran kuda.

Jokowi juga dengan tenang akan membidik FPI, HTI dan siap membubarkan ormas-ormas sangar ini. Bersama dengan mereka Bareskrim Polri akan membidik Buni Yani, Ahmad Dhani, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Habib Rizieg dan seterusnya yang selama ini punya kasus dimata publik. Nah sebentar lagi Bareskrim Polri akan panen tersangka.

Hal yang sama bagi MUI. Ke depan Jokowi akan tenang mengaudit lembaga ini terkait dana yang diterima lewat pemberian sertifikasi halalnya. Dan jika terbukti korup, maka hak memberikan sertifikasi itu akan dicabut dan diberikan kepada Kementerian agama agar mudah mengawasinya.

Nah, itulah strategi rela berkorban  Jokowi demi mengincar korban yang lebih besar. Dan itu tidak akan berhenti sampai lebaran kuda, lebaran kuda dan sampai lebaran kuda berikutnya. Jelas ada banyak korban yang sudah siap diincar, dibidik oleh Jokowi ke depannya. Tinggal pilih, yang mana yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Permainan semakin menarik.

Ke depan jika Jokowi tetap membutuhkan jasa Ahok demi revolusi mentalnya, maka dengan gampang Ahok bisa dipilih menjadi salah satu menterinya untuk membabat habis para koruptor, mafia dan para begal APBN. Tempatkan saja Ahok di kementerian aparatur negara, maka para bandit di sana dengan gampang dihabisi oleh Ahok. Rencana itu bukanlah hal yang sulit. Itupun kalau Ahok kalah di PIlkada DKI dan jika masyarakat akhirnya tidak memilih Ahok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar