Selasa, 23 Mei 2017

KENAPA AHOK MENOLAK BANDING ?

"Kenapa Ahok menolak banding ??"

Tanya beberapa teman mampir ditempatku. Aku tidak tahu, tidak bisa menjawab bahkan tidak mau memperkirakannya. Biarlah itu menjadi rahasia pribadinya dan keluarganya.

Ada hal yang sedang berubah terjadi di diri Ahok yang biasa tampil percaya diri dan cenderung arogan. Ia kini bertransformasi menjadi seorang flamboyan.

Ahok mungkin sedang bertapa dari hiruk pikuknya dunia. Ia mungkin malah sudah menikmati kesunyian di dalam sel yang mengurung dirinya. Ia sedang bertarung bahkan mengupas semua kulit nafsunya.

Mungkin juga ia ingin menahan diri untuk tidak menimbulkan kembali hiruk pikuk di negeri ini. Ia tahu sekarang banyak orang sedang menaruh moncong senapan di dahinya.

Dan jika ia banding, maka depan pengadilan akan terjadi adu kekuatan massa yang bisa saja menjadi musibah untuk negeri yang ia cinta.

Mungkin juga ia sedang memberi jalan Jokowi untuk menuntaskan kerjanya. Ia tidak ingin merepotkan sahabatnya yang bisa saja melakukan langkah salah hanya untuk sekedar menyelamatkan dirinya.

Dan ia tahu - kesalahan sekecil apapun akan menjadi senjata baru bagi musuh-musuhnya.

Jadi, biarlah...

Biarkan Ahok menemukan dirinya. Tidak usah menangisinya karena apa yang terjadi, tetapi tangisilah hukum yang mati di negeri ini. Ahok tidak ingin penegak hukum mendapat dosa yang lebih besar lagi hanya karena menjatuhkan putusan berdasarkan ketidak-sukaan pribadi semata.

Apapun keputusannya, hanya dia, istrinya dan Tuhannya yang tahu. Mereka bukan pasrah, hanya melawan dalam diam. Waktu yang akan berbicara bahwa keadilan tidak didapat dari riuhnya seruan dijalan, tetapi juga dari kusamnya dinding penjara yang menghormati segala gerik langkahnya..

Semua orang mempunyai cara untuk menemukan Tuhannya. Ada yang melalui habisnya harta, ada yang dengan sakit parah dan menderita, ada yang kehilangan sanak saudara.

Dan Ahok menikmati dengan duduk menyendiri di dalam penjara, membaca kembali kitab suci yang ia yakini dan menemukan permata diri.

Pada akhirnya, ia akan jauh lebih kaya. Materi sudah tidak menguasainya lagi. Jabatan sudah tidak mempengaruhinya lagi. Dunia sudah tidak menemukannya lagi. Biarlah sejarah yang mencatat perjuangannya dan Tuhan yang mencatat amalnya..

Begitu banyak faktor kenapa Ahok mencabut permohonan bandingnya. Dan kita harus menghormati apapun keputusannya..

Ahok seperti secangkir kopi. Pahitnya apa yang ia alami sesungguhnya adalah kenikmatan sejati bagi mereka yang sudah berada pada taraf mengerti..

Seperti pahitnya peristiwa para Nabi. Seperti pahitnya hidup para Imam. Seperti pahitnya cerita-cerita orang besar dahulu yang namanya terus harum dan dikenang..

Hingga sekarang..

"Terkadang Allah mengambil segalanya dari seorang manusia hanya supaya ia dapat mengenal Tuhannya.." Imam Ali as.

www.dennysiregar.com

Senin, 22 Mei 2017

CARA AGAR HIDUPMU DAMAI DI NEGERI INI


Teruntuk adik-adikku di SMP dan SMA, jangan pernah bersuara. Jangan pernah percaya diri untuk tampil berbeda. Jangan bersikap kritis. Jangan berpendapat. Jangan suarakan keresahan kalian. Jangan berpikir macam-macam, apalagi sampai berani mempertanyakan sebuah keadaan yang telah lama tertata.
Kalian tahu, para orang dewasa itu kadang-kadang membingungkan. Mereka ingin negara mereka maju, tapi suara yang menyeru kemajuan ramai-ramai dibungkam hanya karena mereka tidak ingin ego mereka sebagai pihak-lebih-tua-yang-selalu-benar akan terusik.  Hanya karena mereka tidak mau posisi mereka sebagai orang yang lebih superior tercabik.
Mereka tidak mau dibangunkan dari tidur panjang, tak seorangpun ingin kehilangan kenyamanan.
.
Wahai adik-adikku yang akan memimpin para orang dewasa itu di negeri ini beberapa tahun lagi,
Sekolah ya sekolah saja. Datang, duduk, kerjakan tugas, ujian, pulang. Jangan berani mengkritik sistem pendidikan, guru, atau peristiwa di sekitarmu. Kau hanyalah bocah yang tak tahu apa-apa, lalu apa hakmu untuk bersuara?
Simpanlah rasa keprihatinanmu untuk diri sendiri, jangan sampai mereka melumatmu bertubi-tubi. Kalau bisa jadilah anak yang datar, yang biasa-biasa saja. Tak banyak menarik perhatian, kujamin kau aman. Jadilah seperti umumnya anak-anak lain yang memenuhi hapenya dengan foto selfie, menghabiskan waktu nongkrong di kafe, eksis di mana-mana. Jangan sampai kalah penampilan sama teman-temanmu itu. Bersenang-senanglah juga selagi muda, haha hihi chatting sama pacar,  lalu piknik kalau lagi jenuh. Hobi menulis atau membaca itu terlalu sederhana, tidak memberi kebanggaan kalau dipamerkan ke teman. Dan curang atau nyontek saja kalau kesulitan mengerjakan soal ujian, kemudian saat lulus corat-coret baju dan konvoi di jalan raya.
Pada akhirnya, saat kau punya rasa penasaran yang tidak terpuaskan, kau akan merasa wajar ketika mencari obatnya dari lingkungan yang menggiringmu pada seks, narkoba, dan kenakalan khas remaja. Bukankah juga banyak temanmu yang seperti itu?
Jadi adik-adikku,
Jangan mikir yang berat-berat, apalagi belajar untuk jadi bijaksana dan berpemikiran terbuka sejak usia muda. Karena alih-alih diapresiasi, kau mungkin akan dilumat bertubi-tubi.
Tidak usah.
.
Adik-adikku para harapan bangsa,
Belakangan ini seorang anak telah membuktikannya. Entah berapa ribu kali pesan penghakiman telah dilontarkan orang. Entah berapa ribu kali ia dikatakan tidak pernah ngaji atau tidak berpihak pada agama yang ia anut dengan keputusannya sediri.
Ia memaparkan pandangan universal yang dipahami oleh semua agama, sedangkan beberapa orang memberi tanggapan dan tandingan hanya dengan menggunakan perspektif yang berasal dari keyakinannya sendiri. Dimana nyambungnya?
.
Justru itulah yang coba anak itu sampaikan, mengapa beberapa orang memaksakan kebenaran agamanya dan menutup mata bahwa orang lain pun juga meyakini hal yang sama terhadap agamanya.
Apakah kau menyadari bahwa tiap pemeluk di tiap agama itu sama taatnya, sama tulusnya, dan sama yakinnya denganmu?
Apakah kau sadar bahwa masing-masing juga punya kitab yang menurut versi mereka adalah sebuah kebenaran yang tak terbantahkan?
Apakah kau sadar bahwa mereka juga bisa membela imannya dengan kegigihan yang sama?
Apa yang coba ia sampaikan hanyalah untuk menjaga kerukunan, hanyalah untuk menghormati klaim kebenaran versi sendiri-sendiri. Tuhan menciptakan kita dengan pikiran yang berbeda, tidak diseragamkan sesuai kehendak orang yang (cuma) merasa jadi wakil-Nya.
.
Ia hanya menyampaikan bahwa bersikap takwa dan setia pada agama tidak harus dengan mendiskreditkan keyakinan yang berbeda.
Betapa susahnya memahami hal sesederhana itu saja, sampai-sampai bullyan tak hentinya datang.
.
Adik-adikku sayang,
Ingatlah yang kakak sampaikan.
Jangan terlalu tinggi harapan! Kau lihat sendiri, di negeri ini,
Korupsi, rusak moral, dan sepi nalar tidak apa-apa, asalkan kau tidak berkata terlampau jujur terhadap realita.
© Afi Nihaya Faradisa

#Gerakan7jutastatus

Sabtu, 20 Mei 2017

WARISAN


Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa
Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.
Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.
Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.
.
Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.
.
Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.
Ternyata,
Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.
Maka,
Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.
Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
.
Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman".
Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.
.
Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya".
Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?
.
Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?
.
Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.
.
Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.
.
Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.
.
Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial.
Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan.
.
Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.

#Gerakan7JutaStatus

Senin, 15 Mei 2017

Cara mencegah terserang virus Ransomware Wannacrypt

*1. Putus koneksi ke internet.*
Cabut konektor kabel jaringan atau nonaktifkan wifi. Bisa juga matikan router wifi.

*2. Non aktifkan Macro pd MS Office*  caranya:
Untuk MS Excel 2016
a. Jalankan MS Excel
b. Klik menu "File" pilih "Options"
c. Klik "Trust Center"
d. Klik "Trust Center settings"
e. Klik "Macro settings"
f. Check/pilih "Disable all macros without notification"
g. Klik "OK"
h. Lakukan hal yg sama pd program MS Office yg lain seperti MS Word, Powerpoint, Access, Outlook.

*3. Non aktifkan fitur File Sharing/Samba* caranya:
a. Jalankan Control Panel
b. Klik "Programs"
c. Dibawah bagian "Program and Features" klik "Turn Windows features on or off"
d. Setelah muncul jendela baru, cari check list "SMB 1.0/CIFS File Sharing Support" dan hilangkan tanda check-nya
e. Klik "OK"

*4. Block port 139/445 dan 3389* caranya:
a. Jalankan Control Panel
b. Klik "System and Security"
c. Klik "Windows Firewall"
d. Klik "Advanced Settings" pd menu bagian kiri
e. Klik "Inbound Rules"
f. Lihat pada menu bagian kanan Klik "New Rules"
g. Pilih/Klik "Port" dan klik "Next"
h. Pilih/Klik "TCP"
i. Pilih/Klik "Specific local ports:" isikan/ketik: 139, 445, 3389 
j. Klik "Next"
k. Pilih/Klik "Block the connection" dan klik "Next"
l. Pastikan Pilihan "Domain", "Private" dan "Public" terpilih (checked)
m. Klik "Next"
n. Isikan/ketik nama rule, misal: Block Port Ransomware
o. Klik "Finish"

*5. Update security pada windows* anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft.
Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx

Minggu, 23 April 2017

Uang Receh di Jepang

Nominal terkecil yang bisa dibuat belanja mungkin adalah koin 100 yen (sekitar Rp. 10 ribu). Dibawah harga itu nyaris tidak ada barang yang bisa dibeli (bukan berarti tidak ada sama sekali lho). Tetapi bukan berarti pecahan terkecil 1 yen itu tidak ada artinya sama sekali, karena harga barang tidak selalu genap.

Biasanya ada pajak, service dan lain-lain. Misalnya harga permen 100 yen, plus pajak jadi 108 yen. Jadi di saat inilah pecahan kecil menjadi sangat penting. Kalau kita berbelanja di Jepang, kita akan selalu mendapatkan kembalian dalam jumlah yang lengkap sampai pecahan terkecil yaitu 1 yen.

Jadi kembalian berupa permen dan sejenisnya itu tidak dikenal dalam budaya mereka. Transaksi sekecil apapun walau dibayar dengan pecahan besar, wajib dilayani. Pihak pedagang yang tidak bisa menyediakan kembalian uang kecil akan dianggap tidak serius dalam berbisnis, dan tidak sopan bila menolak uang pecahan besar apalagi menyuruh pembeli untuk menggunakan pecahan lain yang lebih kecil. Di Jepang pembeli adalah tuhan.

Pentingnya fungsi uang recehan ini akan sangat terasa, bila saat menggunakan kereta api, vending machine serta bus kota. Bus kota mungkin adalah yang terpenting atau bahkan bisa jadi berakibat fatal bila melupakannya.

Walaupun di setiap bus selalu tersedia mesin penukaran uang, tapi pecahan tertinggi yang bisa diterima adalah 1000 yen, sedangkan sopir bus sama sekali tidak melayani tukar menukar uang selain lewat mesin yang telah disediakan.

http://sayasukajepang.blogspot.jp/2013/02/mata-uang-jepang.html?m=1

Kamis, 20 April 2017

AHOK KALAH ! BAGAIMANA 2019 ?


Ada yang katakan Ahok kalah karena lawan gunakan isu SARA, ada yg katakan karena Masjid2 di kuasai kubu lawan, ada yang katakan karena Tim Ahok terlena dengan Sosmed, Saksi yang lemah, Tim yang tidak terorganisir, managemen isu yang tidak tepat dll.

Sebenarnya itu semua alasan2 yang bersifat Teknis. Kalau bicara perang terbuka maka kemenangan tidak hanya ditentukan bagaimana taktik dan teknik perang tapi yang lebih penting adalah bagaimana memotong jalur logistik lawan.

Contoh sederhana nya jangan takut dengan jumlah pesawat tempur lawan, pastikan saja pesawat itu tidak punya bahan bakar maka jejeran pesawat itu hanya jadi monumen yang enak utk dijadikan objek Selvie.

Gampang kan? Seperti cerita perebutan benteng zaman kerajaan. Tak perduli berapa tinggi dan tebal tembok benteng itu, jika gandum, daging dan air tidak mereka miliki maka dalam hitungan hari atau minggu pasukan akan keluar dengan bendera putih atau paling ekstrim menjadi kanibal diantara mereka.

Secara logika, tanpa logistik tidak mungkin ada 411, 212, 313 hingga wisata Al Maidah. Tanpa logistik maka massa hanya teronggok di daerah masing masing karena tidak ada bis yang mengangkutnya. Sama seperti Marinir USA, kalau tak ada kapal ya pilihannya berenang menembus samudera berhadapan dengan hiu dan ombak badai lalu sampai medan perang tinggal kulit berbalut tulang atau diam saja tidur di Barak.

Apakah logistik Ahok lemah? Tidak ada yang bisa jawab berapa selisih logistik ke dua paslon tapi yang jelas Ahok Djarot tidak mampu mengadakan mobilisasi massa seperti 411, 212, 313 maupun wisata Al Maidah. Yang pasti Ahok tidak mampu membranding sembako nya dalam pasar murah tidak seperti no 3 yang dari beras, gula, sabun colek, parfum mini, minyak sawit dan air mineral yang semua di kemas "Anies Sandi" lalu tertata rapi dalam kardus yang juga di beri merk "Anies Sandi". Sementara sembako murah Ahok Djarot tanpa merek dan cuma di bungkus kantong kresek 😂😂😂

Kenapa Ahok  Djarot tidak memiliki logistik sekuat Anies Sandi? Mudah menjawab nya "Dalam 3 tahun Ahok Djarot tidak membangun pilar pilar logistik nya sendiri". Pengusaha pengusaha kecil yang ikut tender berbagai proyek di Pemda DKI yang sebenarnya pendukung Ahok tahun 2012 di geser lalu di proyek proyek di kuasai pengusaha pengusaha besar. Celakanya pengusaha besar itu juga pengusaha yang lahir dan besar sejak Orde Baru jadi tidak punya loyalitas pada ide apalagi ideologi.

Ketika Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto bergabung dgn Anies Sandi maka pengusaha pengusaha Orde Baru itu serta merta mensuport Anies Sandi.

Lalu dari mana logistik Ahok Djarot? Ya dari pengusaha pengusaha kecil yang disingkirkannya tapi memiliki kesadaran politik. Pengusaha pengusaha sadar politik ini yang mensuport relawan Ahok Djarot walau itu jumlahnya sangat sangat terbatas.

Yo wiss.... piye tahun 2019?

Cerita Jokowi bisa sama seperti cerita Ahok, tidak ada logistik. Kenapa begitu? Lihat saja hari ini, Pengusaha yang berpesta bukan pengusaha die hard nya Jokowi tapi ya mereka yang sudah pesta sebelum 1998 terus berpesta setelah pemilu 1999, 2004, 2009 dan 2014 dan kemungkinan akan terus berpesta setelah 2021.

Contoh lainnya apa? Lihat struktur komisaris dan direksi Bumn masih di isi orang lama dari zaman SBY. Dari sekitar 2400 komisaris BUMN (induk, anak dan cucu) yang baru hanya 150 an orang. Dari 2400 Direksi Bumn yang baru cuma 50 an orang 😡😡😡😡

Periksa nama pejabat pejabat di kementrian kementrian, jangan kaget semuanya masih orang lama. Periksa semua Balai di kementrian teknis yg mengelola ratusan trilyun Rupiah.... semua orang lama. Periksa semua kontraktor Balai.... 😬😬 masih orang lama juga.

Trus... trus apa kesimpulan dari terkaparnya Ahok hari ini dan Jokowi 2019 nanti?

Kesimpulannya selama Jokowi tidak membangun pengusaha pengusaha nya yang mengerti ide ide nya, selama Jokowi terus memperkaya lawan dan memiskinkan kawan nya, selama posisi di beri pada yang anti, jabatan di kasih pada lawan. Kawan pakai jeans di usir sementara Lawan pakai jas silahkan parkir, yang baru dan setia antri lama lama, yang lama lama masuk tanpa antrian 😰😰😰 ya selama itu periode ke dua Jokowi cuma jadi mimpi dan 2019 Orde Baru berkuasa lagi.

hmmmm jika Jokowi tetap gak sadar, yaaaa bisa jadi 2019 nasib Jokowi seperti nasib Ahok hari ini. Gak percaya? Coba aja! 😬😬

Singkatnya begini, "Politik tidak cukup dengan ide baik karena ide baik dalam politik juga butuh logistik.

*When You Lose dont Lose the lesson.*

🙏🙏🙏🙏

(Mohon bantu sebarkan)

Selasa, 18 April 2017

Buang Sampah di Jepang

Buanglah sampah pada tempatnya
Saya terus terang mengalami "culture shock", ketika saya ingin membuang sampah di Jepang. Maklum di Indonesia tidak perlu repot , semua jenis sampah dapat dibuang di tempat sampah, dan nanti tukang sampah pasti akan mengambil dan membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal ini sangat berbeda dengan di Jepang. Awalnya memang cukup membingungkan. Hal ini dikarenakan sampah yang dibuang itu harus dipilah-pilah dan dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda.

Sampah di Jepang, secara umum dibagi menjadi empat jenis yaitu:
Sampah yang bisa dibakar (combustible)
Sampah yang tidak bisa dibakar (non combustible)
Sampah daur ulang (Recycle)
Sampah ukuran besar

Sedangkan di tempat umum, umumnya ada 4 kategori tempat sampah yaitu:

Untuk sampah yang bisa dibakar (plastik, kertas dll), biasanya bertuliskan もえるゴミ (Moeru Gomi)
Untuk kaleng yang terbuat dari alumunium (minuman coca-cola, sprite kaleng), biasanya bertuliskan カン (Kan)
Untuk botol plastik (aqua botol dll) biasanya bertuliskan ペットボトル (Petto Botoru)
Untuk botol kaca (bir dll) biasanya bertuliskan ガラス (Garasu)

Jenis tempat sampah
Moeru gomi, bin, kan dan petto botoru
Di apartement saya pun, saya menyediakan 4 tempat sampah dan plastik khusus sampah untuk moeru gomi, kan, petto botoru dan garasu. Setelah sampah dipisahkan dan dimasukkan ke dalam plastik sampah sesuai jenisnya, sampah diletakkan di luar rumah atau di pinggir jalan pada hari tertentu.

Selanjutnya petugas sampah akan datang mengumpulkan sampah. Ada jadwal hari-hari tertentu yang mengatur jenis sampah apa yang dapat dibuang, dan petugas akan mengambil sampah sesuai dengan jadwal dan jenis sampahnya. Kalau di tempat saya tinggal jadwal buang sampah untuk sampah moeru gomi ada 2 kali seminggu (Selasa dan Jumat), sedangkan untuk kan, petto botoru dan garasu hanya sekali seminggu (Rabu).

Petugas sampah hanya mengambil plastik sampah yang tepat jenisnya dan sesuai jadwalnya. Kalau salah jadwal, atau jenisnya sampah kita campur-campur (misalnya botol minum di sampah makanan), sampah tidak akan diangkat.

Satu hal lagi untuk sampah minyak goreng atau minyak jelantah, tidak boleh dibuang di saluran air. Hal tersebut dikhawatirkan mencemari air tanah. Oleh karena itu, di Jepang dijual bubuk yang berfungsi membekukan sisa minyak goreng tersebut. Bubuk itu ditaburi di atas minyak hingga minyak berubah menjadi gel. Setelah itu minyak jelantah yang sudah berbentuk gel dapat dibuang di tempat sampah moeru gomi. Cukup merepotkan bukan?

Di tempat saya tinggal sampah ditaruh di pinggir jalan di hari tertentu
dan diberi jala agar burung gagak tidak merusak plastik dan makan sampah
sampai sampah berceceran di jalan

Lha kalau buang koran, majalah, komik atau buku itu bisa dibuang di tempat sampah moeru gomi ya?

Jawabannya tidak bisa. Koran, majalah, komik dan buku dibuang di tempat pembuangan khusus. Waktu saya ingin membuang komik dan majalah saya harus pergi jauh naik mobil ke tempat pembuangan sampah khusus untuk buku, komik, majalah dan koran.

Bukan hanya itu saja, buang kipas angin rusak pun tidak bisa buang di depan rumah, karena petugas sampah tidak akan ambil. Saya pergi ke tempat khusus pembuangan sampah elektronik yang jaraknya lumayan jauh dari apartement, hanya untuk membuang kipas angin rusak saja. Di sana banyak sekali alat-alat elektronik seperti televisi, dvd player, AC, kipas angin yang dibuang karena rusak atau masih bisa digunakan tetapi karena modelnya ketinggalan jaman dibuang oleh pemiliknya.

Ditambah lagi kalau yang punya peliharaan anjing. Kalau anjing diajak keluar rumah untuk jalan-jalan kemudian buang kotoran (pub) di jalan, kotoran anjing itu harus kita bawa pulang dan buang di tempat sampah moeru gomi di rumah kita.

Sangat merepotkan dan sangat lebay memang, tetapi itulah yang membuat Jepang menjadi negara yang bersih dan indah.

http://sayasukajepang.blogspot.jp/2013/02/buang-sampah-di-jepang.html?m=1