Minggu, 23 April 2017

Uang Receh di Jepang

Nominal terkecil yang bisa dibuat belanja mungkin adalah koin 100 yen (sekitar Rp. 10 ribu). Dibawah harga itu nyaris tidak ada barang yang bisa dibeli (bukan berarti tidak ada sama sekali lho). Tetapi bukan berarti pecahan terkecil 1 yen itu tidak ada artinya sama sekali, karena harga barang tidak selalu genap.

Biasanya ada pajak, service dan lain-lain. Misalnya harga permen 100 yen, plus pajak jadi 108 yen. Jadi di saat inilah pecahan kecil menjadi sangat penting. Kalau kita berbelanja di Jepang, kita akan selalu mendapatkan kembalian dalam jumlah yang lengkap sampai pecahan terkecil yaitu 1 yen.

Jadi kembalian berupa permen dan sejenisnya itu tidak dikenal dalam budaya mereka. Transaksi sekecil apapun walau dibayar dengan pecahan besar, wajib dilayani. Pihak pedagang yang tidak bisa menyediakan kembalian uang kecil akan dianggap tidak serius dalam berbisnis, dan tidak sopan bila menolak uang pecahan besar apalagi menyuruh pembeli untuk menggunakan pecahan lain yang lebih kecil. Di Jepang pembeli adalah tuhan.

Pentingnya fungsi uang recehan ini akan sangat terasa, bila saat menggunakan kereta api, vending machine serta bus kota. Bus kota mungkin adalah yang terpenting atau bahkan bisa jadi berakibat fatal bila melupakannya.

Walaupun di setiap bus selalu tersedia mesin penukaran uang, tapi pecahan tertinggi yang bisa diterima adalah 1000 yen, sedangkan sopir bus sama sekali tidak melayani tukar menukar uang selain lewat mesin yang telah disediakan.

http://sayasukajepang.blogspot.jp/2013/02/mata-uang-jepang.html?m=1

Kamis, 20 April 2017

AHOK KALAH ! BAGAIMANA 2019 ?


Ada yang katakan Ahok kalah karena lawan gunakan isu SARA, ada yg katakan karena Masjid2 di kuasai kubu lawan, ada yang katakan karena Tim Ahok terlena dengan Sosmed, Saksi yang lemah, Tim yang tidak terorganisir, managemen isu yang tidak tepat dll.

Sebenarnya itu semua alasan2 yang bersifat Teknis. Kalau bicara perang terbuka maka kemenangan tidak hanya ditentukan bagaimana taktik dan teknik perang tapi yang lebih penting adalah bagaimana memotong jalur logistik lawan.

Contoh sederhana nya jangan takut dengan jumlah pesawat tempur lawan, pastikan saja pesawat itu tidak punya bahan bakar maka jejeran pesawat itu hanya jadi monumen yang enak utk dijadikan objek Selvie.

Gampang kan? Seperti cerita perebutan benteng zaman kerajaan. Tak perduli berapa tinggi dan tebal tembok benteng itu, jika gandum, daging dan air tidak mereka miliki maka dalam hitungan hari atau minggu pasukan akan keluar dengan bendera putih atau paling ekstrim menjadi kanibal diantara mereka.

Secara logika, tanpa logistik tidak mungkin ada 411, 212, 313 hingga wisata Al Maidah. Tanpa logistik maka massa hanya teronggok di daerah masing masing karena tidak ada bis yang mengangkutnya. Sama seperti Marinir USA, kalau tak ada kapal ya pilihannya berenang menembus samudera berhadapan dengan hiu dan ombak badai lalu sampai medan perang tinggal kulit berbalut tulang atau diam saja tidur di Barak.

Apakah logistik Ahok lemah? Tidak ada yang bisa jawab berapa selisih logistik ke dua paslon tapi yang jelas Ahok Djarot tidak mampu mengadakan mobilisasi massa seperti 411, 212, 313 maupun wisata Al Maidah. Yang pasti Ahok tidak mampu membranding sembako nya dalam pasar murah tidak seperti no 3 yang dari beras, gula, sabun colek, parfum mini, minyak sawit dan air mineral yang semua di kemas "Anies Sandi" lalu tertata rapi dalam kardus yang juga di beri merk "Anies Sandi". Sementara sembako murah Ahok Djarot tanpa merek dan cuma di bungkus kantong kresek 😂😂😂

Kenapa Ahok  Djarot tidak memiliki logistik sekuat Anies Sandi? Mudah menjawab nya "Dalam 3 tahun Ahok Djarot tidak membangun pilar pilar logistik nya sendiri". Pengusaha pengusaha kecil yang ikut tender berbagai proyek di Pemda DKI yang sebenarnya pendukung Ahok tahun 2012 di geser lalu di proyek proyek di kuasai pengusaha pengusaha besar. Celakanya pengusaha besar itu juga pengusaha yang lahir dan besar sejak Orde Baru jadi tidak punya loyalitas pada ide apalagi ideologi.

Ketika Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto bergabung dgn Anies Sandi maka pengusaha pengusaha Orde Baru itu serta merta mensuport Anies Sandi.

Lalu dari mana logistik Ahok Djarot? Ya dari pengusaha pengusaha kecil yang disingkirkannya tapi memiliki kesadaran politik. Pengusaha pengusaha sadar politik ini yang mensuport relawan Ahok Djarot walau itu jumlahnya sangat sangat terbatas.

Yo wiss.... piye tahun 2019?

Cerita Jokowi bisa sama seperti cerita Ahok, tidak ada logistik. Kenapa begitu? Lihat saja hari ini, Pengusaha yang berpesta bukan pengusaha die hard nya Jokowi tapi ya mereka yang sudah pesta sebelum 1998 terus berpesta setelah pemilu 1999, 2004, 2009 dan 2014 dan kemungkinan akan terus berpesta setelah 2021.

Contoh lainnya apa? Lihat struktur komisaris dan direksi Bumn masih di isi orang lama dari zaman SBY. Dari sekitar 2400 komisaris BUMN (induk, anak dan cucu) yang baru hanya 150 an orang. Dari 2400 Direksi Bumn yang baru cuma 50 an orang 😡😡😡😡

Periksa nama pejabat pejabat di kementrian kementrian, jangan kaget semuanya masih orang lama. Periksa semua Balai di kementrian teknis yg mengelola ratusan trilyun Rupiah.... semua orang lama. Periksa semua kontraktor Balai.... 😬😬 masih orang lama juga.

Trus... trus apa kesimpulan dari terkaparnya Ahok hari ini dan Jokowi 2019 nanti?

Kesimpulannya selama Jokowi tidak membangun pengusaha pengusaha nya yang mengerti ide ide nya, selama Jokowi terus memperkaya lawan dan memiskinkan kawan nya, selama posisi di beri pada yang anti, jabatan di kasih pada lawan. Kawan pakai jeans di usir sementara Lawan pakai jas silahkan parkir, yang baru dan setia antri lama lama, yang lama lama masuk tanpa antrian 😰😰😰 ya selama itu periode ke dua Jokowi cuma jadi mimpi dan 2019 Orde Baru berkuasa lagi.

hmmmm jika Jokowi tetap gak sadar, yaaaa bisa jadi 2019 nasib Jokowi seperti nasib Ahok hari ini. Gak percaya? Coba aja! 😬😬

Singkatnya begini, "Politik tidak cukup dengan ide baik karena ide baik dalam politik juga butuh logistik.

*When You Lose dont Lose the lesson.*

🙏🙏🙏🙏

(Mohon bantu sebarkan)

Selasa, 18 April 2017

Buang Sampah di Jepang

Buanglah sampah pada tempatnya
Saya terus terang mengalami "culture shock", ketika saya ingin membuang sampah di Jepang. Maklum di Indonesia tidak perlu repot , semua jenis sampah dapat dibuang di tempat sampah, dan nanti tukang sampah pasti akan mengambil dan membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal ini sangat berbeda dengan di Jepang. Awalnya memang cukup membingungkan. Hal ini dikarenakan sampah yang dibuang itu harus dipilah-pilah dan dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda.

Sampah di Jepang, secara umum dibagi menjadi empat jenis yaitu:
Sampah yang bisa dibakar (combustible)
Sampah yang tidak bisa dibakar (non combustible)
Sampah daur ulang (Recycle)
Sampah ukuran besar

Sedangkan di tempat umum, umumnya ada 4 kategori tempat sampah yaitu:

Untuk sampah yang bisa dibakar (plastik, kertas dll), biasanya bertuliskan もえるゴミ (Moeru Gomi)
Untuk kaleng yang terbuat dari alumunium (minuman coca-cola, sprite kaleng), biasanya bertuliskan カン (Kan)
Untuk botol plastik (aqua botol dll) biasanya bertuliskan ペットボトル (Petto Botoru)
Untuk botol kaca (bir dll) biasanya bertuliskan ガラス (Garasu)

Jenis tempat sampah
Moeru gomi, bin, kan dan petto botoru
Di apartement saya pun, saya menyediakan 4 tempat sampah dan plastik khusus sampah untuk moeru gomi, kan, petto botoru dan garasu. Setelah sampah dipisahkan dan dimasukkan ke dalam plastik sampah sesuai jenisnya, sampah diletakkan di luar rumah atau di pinggir jalan pada hari tertentu.

Selanjutnya petugas sampah akan datang mengumpulkan sampah. Ada jadwal hari-hari tertentu yang mengatur jenis sampah apa yang dapat dibuang, dan petugas akan mengambil sampah sesuai dengan jadwal dan jenis sampahnya. Kalau di tempat saya tinggal jadwal buang sampah untuk sampah moeru gomi ada 2 kali seminggu (Selasa dan Jumat), sedangkan untuk kan, petto botoru dan garasu hanya sekali seminggu (Rabu).

Petugas sampah hanya mengambil plastik sampah yang tepat jenisnya dan sesuai jadwalnya. Kalau salah jadwal, atau jenisnya sampah kita campur-campur (misalnya botol minum di sampah makanan), sampah tidak akan diangkat.

Satu hal lagi untuk sampah minyak goreng atau minyak jelantah, tidak boleh dibuang di saluran air. Hal tersebut dikhawatirkan mencemari air tanah. Oleh karena itu, di Jepang dijual bubuk yang berfungsi membekukan sisa minyak goreng tersebut. Bubuk itu ditaburi di atas minyak hingga minyak berubah menjadi gel. Setelah itu minyak jelantah yang sudah berbentuk gel dapat dibuang di tempat sampah moeru gomi. Cukup merepotkan bukan?

Di tempat saya tinggal sampah ditaruh di pinggir jalan di hari tertentu
dan diberi jala agar burung gagak tidak merusak plastik dan makan sampah
sampai sampah berceceran di jalan

Lha kalau buang koran, majalah, komik atau buku itu bisa dibuang di tempat sampah moeru gomi ya?

Jawabannya tidak bisa. Koran, majalah, komik dan buku dibuang di tempat pembuangan khusus. Waktu saya ingin membuang komik dan majalah saya harus pergi jauh naik mobil ke tempat pembuangan sampah khusus untuk buku, komik, majalah dan koran.

Bukan hanya itu saja, buang kipas angin rusak pun tidak bisa buang di depan rumah, karena petugas sampah tidak akan ambil. Saya pergi ke tempat khusus pembuangan sampah elektronik yang jaraknya lumayan jauh dari apartement, hanya untuk membuang kipas angin rusak saja. Di sana banyak sekali alat-alat elektronik seperti televisi, dvd player, AC, kipas angin yang dibuang karena rusak atau masih bisa digunakan tetapi karena modelnya ketinggalan jaman dibuang oleh pemiliknya.

Ditambah lagi kalau yang punya peliharaan anjing. Kalau anjing diajak keluar rumah untuk jalan-jalan kemudian buang kotoran (pub) di jalan, kotoran anjing itu harus kita bawa pulang dan buang di tempat sampah moeru gomi di rumah kita.

Sangat merepotkan dan sangat lebay memang, tetapi itulah yang membuat Jepang menjadi negara yang bersih dan indah.

http://sayasukajepang.blogspot.jp/2013/02/buang-sampah-di-jepang.html?m=1

Sabtu, 15 April 2017

JANGAN TAKUT MELAWAN FPI NEGARA ADA DIBELAKANG ANDA

Anda pasti sudah dengar kisah 28 ormas di kota Semarang yang bersatu menolak pengukuhan pengurus FPI kota Semarang. Apakah mereka itu ormas ormasnya orang kafir atau cina atau komunis yang selama ini diposisikan sebagai musuh FPI? Tidak! Mereka adalah warga kota Semarang yang merasa kehidupan mereka sudah cukup aman dan nyaman, sehingga tak butuh kehadiran FPI yang citranya sebagai ormas radikal makin menguat.

Penolakan FPI bukan kali ini saja terjadi. Di Banyumas, Palangkaraya, dan banyak kota lain yang warganya masih setia pada kearifan lokal dan menjunjung tinggi toleransi serta kebhinekaan, mereka terang terangan menolak FPI, sebuah ormas berbaju agama tapi sarat kepentingan ekonomi dan mudah ditunggangi kepentingan politik.

Bagaimana reaksi kepolisian yang merupakan representasi dari negara? Sudah pasti negara berada di belakang rakyatnya yang ingin ketenangan dan ketertiban lingkungan.

Kasus penolakan FPI yang terjadi di kota Semarang ini ayo segera disebar luaskan, supaya masyarakat tahu dan tak perlu ragu lagi mengambil sikap melawan FPI yang sedang berusaha memperkuat jaringannya. Semua orang tahu FPI cuma kuat di DKI Jabar Banten saja, sedangkan di propinsi lainnya mereka kurang begitu kuat.

Belajar dari kasus penolakan FPI di Semarang ini, kita yakin masyarakat di kota lain yang belum terlanjur ada FPI bakal lebih yakin untuk menunjukan sikap tegasnya yang resisten kepada FPI. Mereka bisa menggalang koordinasi dengan ormas ormas lokal yang moderat dan pro kebhinekaan, untuk menghadang berdirinya FPI.

Tentu saja bukan dengan cara kekerasan, melainkan mengajak FPI berdialog dan menyampaikan sikap resistensinya secara formal. Seandainya pihak FPI mengaku bakal taat hukum, humanis dan anti kekerasan, dengan mudah bisa dimentahkan dengan puluhan bukti yang ada bagaimana track record dan kelakuan FPI lainnya selama ini.

Terima kasih kepada Kapolrestabes Semarang yang dengan tegas melarang FPI berdiri di Semarang. Sungguh ini merupakan bukti keberpihakan negara kepada warganya yang cinta damai dan anti kekerasan. Ini bakal jadi teladan bagi Kapolres lainnya di kota kota lain yang mungkin warganya resisten terhadap FPI. Tak perlu lagi ragu dan hadir sebagai representasi negara kepada rakyatnya.

Tak perlu lagi takut melawan FPI, karena negara berada dibelakang kita. Tulisan ini pasti akan disikapi oleh pendukung FPI seolah "tidak takut" ini dalam konteks mengajak adu kekerasan. Maaf, kami bukan seperti itu. Jika kami menolak ormas radikal juga dengan cara kekerasan, lalu apa bedanya kami dengan kalian?

Negara yang akan melindungi kami semua sebagai warganya. Tolong kalian instropeksi. Jika ada begitu banyak warga di republik ini yang tidak simpatik dan resisten dengan FPI, pasti ada yang tak beres pada kelakuan kalian.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1361337610620967&id=100002342243472

Selasa, 11 April 2017

INTIMIDASI KORUPSI E-KTP

Disiramnya Novel Baswedan dengan air keras adalah peringatan keras bagi KPK dari para pelaku korupsi e-KTP.

Novel Baswedan adalah salah seorang penyidik senior KPK yang  sedang membongkar kasus korupsi senilai 5,9 triliun rupiah itu. Yang ditarget olehnya juga bukan main-main, para anggota dewan yang terhormat yang sampai sekarang masih bercokol di Senayan bahkan ada yang sudah jadi Gubernur.

Tekanan sebelumnya dialami oleh Miryam Hayani, mantan anggota komisi III DPR dari Hanura. Ia ditekan untuk tidak membuka fakta kepada KPK bahwa banyak anggota DPR yang menerima uang korupsi dari e-KTP. Tekanan yang didapat Miryam begitu kuatnya sampai ia akhirnya lebih memilih mencabut BAP pada waktu menjadi saksi di pengadilan.

Bukan itu saja, Miryam bahkan bersaksi bahwa ia diperlakukan kasar oleh penyidik KPK, salah satunya Novel Baswedan. Pengakuan Miryam ini mengherankan hakim karena Miryam sudah menanda-tangani BAP yang berarti dia secara sadar memberikan pengakuan di depan penyidik.

Novel Baswedan bahkan menyebut siapa saja anggota DPR yang menekan Miryam. "Ada enam, pertama Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu, Syarifudin Suding. Satu lagi saya lupa namanya," kata Novel.

Pernyataan Novel Baswedan di depan publik ini jelas memantik kemarahan, meski mereka yang disebut namanya tidak bisa berbuat apa-apa.

Saya menduga, disiramnya Novel Baswedan dengan air keras adalah peringatan juga buat Miryam Hayani bahwa ia bisa bernasib yang sama jika bernyanyi.

KPK memang menemukan gajah baru dalam kasus korupsi e-KTP ini meski tidak sebesar kasus korupsi di tubuh Polri dulu. Tapi melihat bahwa orang-orang yang disebut Miryam adalah mereka yang masih berkuasa saat ini, ancaman yang diterima juga tidak main-main. Kekuasaan dan uang bisa membeli siapa saja bahkan untuk melakukan kekerasan dengan menggunakan tangan orang lain.

Hanya intimidasi dengan disiramnya Novel Baswedan pake air keras adalah modus buat penegak hukum. Kemungkinan untuk menghilangkan jejak tanpa bukti yang bisa dilacak seperti proyektil peluru.

Semoga KPK tidak terpengaruh dengan intimidasi dan malah menjadikannya semangat baru untuk secepatnya membongkar siapa saja dibalik proyek korupsi e-KTP itu.

Seruput kopi dulu, KPK.. Selamat pagi.

www.dennysiregar.com

Senin, 10 April 2017

Sejarah Marsinah.


10 April 1969 - 8 Mei 1993
ㅤㅤ
Marsinah, seorang buruh kelahiran Nganjuk, 10 April 1969. Dialah pahlawan bagi para buruh PT. Putra Citra Surya. Ia rela membela hak buruh bagi teman-teman seperjuangannya. Pertengahan Mei  1993 silam, para buruh PT. Putra Citra Surya tempat marsinah bekerja  melakukan mogok kerja, hal ini ditengarai karena adanya surat edaran mengenai kenaikan upah bagi buruh. Marsinah  yang merupakan aktivis buruh asal Jawa Timur ini ikut sebagai bagian yang sangat bersikeras meminta agar upah yang diterima buruh sesuai dengan surat edaran, yaitu upah minimum sebesar Rp. 2.250,- per hari sesuai dengan Kepmen 50/1992 tentang Upah Minimum Regional. 
ㅤㅤ
Untuk mendapat bukti sebagai penguat tuntutan pada aksinya, pada tanggal 3 Mei 1993 seluruh buruh PT. CPS tidak masuk kerja, kecuali staf dan para Kepala Bagian. Pada hari yang sama, Marsinah pergi ke kantor Depnaker Surabaya untuk mencari data tentang daftar upah pokok minimum regional. Setelah melakukan perundingan antara perusahaan dan buruh, esoknya beberapa teman Marsinah di PHK dan menghilang, hal ini membuat arsinah marah dan mengancam akan melaporkan hal tersebut pada pamannya yang bekerja sebagai jaksa, namun setelah hari itu Marsinah menghilang hingga akhirnya ditemukan meninggal pada tanggal 9 Mei 1993. Mayatnya ditemukan di gubuk petani dekat hutan Wilangan, Nganjuk.

Marsinah pernah diusulkan sebagai pahlawan buruh wanita di Indonesia, namun belum ada tindak lanjut mengenai hal tersebut. Mengenai hari ditemukannya Marsinah pun pernah diusulkan untuk mengenang hari perjuangan Marsinah tersebut.
ㅤㅤ
Sumber: https://korpusipb.com/profil/profil-marsinah-berjuang-sampai-titik-penghabisan/

Selasa, 04 April 2017

Cara mencari pekerjaan di Jepang

Saya akan mencoba menjelaskan cara untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang. Adapun cara-cara yang saya ketahui adalah sebagai berikut:

1. Lewat Hello Work (ハローワーク), lembaga milik pemerintah ini membantu warga Jepang maupun warga negara asing (gaikokujin) yang berdomisili tetap di Jepang. Cukup datang saja di kantor Hello Work bagian Gaikokujin corner yang ada di setiap kota, daftar dan konseling pekerjaan. Staff akan memperkenalkan ke perusahaan yang butuh tenaga kerja, dan staff hello work akan membuat janji untuk interview di tempat perusahaan yang butuh tenaga kerja tersebut. Istilahnya Hello Work itu perantara. Karena milik pemerintah, tidak dipungut biaya sepeser pun. Bila interview ditolak, berapa kali datang ke Hello Work untuk dicarikan pekerjaan lagi pun tidak ada masalah.

2. Cari sendiri lewat majalah Town Work, baitoru dot com dan sebangsanya, yang disediakan gratis di konbini, (tentu kalau tidak bisa baca kanji akan sangat kesulitan). Bagi yang bisa baca dan bahasa Jepang lancar, tinggal telpon saja lowongan yang ada dan minta janji untuk interview.

3. Lewat Haken kaisha (employment agency), karena ini milik swasta, gaji per jam dipotong berapa persen olehnya. Tapi tidak jadi masalah karena kebanyakan pekerjaan dari haken kaisha bergaji tinggi dan ditempatkan di pabrik2 besar. Banyak orang asing di jepang yang menggunakan jasa haken kaisha untuk bekerja.

Nah ini tips saya mencari kerja di Jepang. Yang jadi masalah adalah, bagaimana sahabat KdJ bisa mendapat visa dengan izin kerja di jepang?

Cara pertama adalah melamar di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia dengan penempatan kerja di Jepang. Seperti yang dilakukan oleh salah satu admin KdJ yang bernama Gun domisili Mie ken yang berkerja di Toshiba.

Cara kedua jadi kenshusei/jishusei (maksimal 3 tahun) kerja magang.

Cara ketiga sekolah di jepang, sambil cari kerja sambilan. Setelah lulus, cari lowongan kerja di perusahaan sebagai karyawan tetap atau kontrak. Sehingga visa diurus sama perusahaan.

Cara terakhir adalah menikah dengan orang berwarga negara Jepang.

Bagian paling penting dan sangat penting adalah fasih bahasa Jepang dan bisa baca kanji. Seperti pepatah berkata, "Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung".

Bahasa kerennya, "If you were on Rome, lives in the Roman way".

Bahasa lebih kerennya
☆郷に入っては郷に従え☆

Semoga bermanfaat

http://sayasukajepang.blogspot.jp/2013/09/cara-mencari-pekerjaan-di-jepang.html?m=1