Jumat, 23 Desember 2016

Badai Misterius Muncul Tiba-tiba di Israel

[​IMG] 
Badai besar yang membawa debu dan hujan tiba-tiba muncul di wilayah Dataran Tinggi Golan dan tidak bergerak. Sejumlah warga Israel mengklaim badai aneh itu kiriman Tuhan untuk melindungi Israel dari serangan kelompok ISIS.

Golan merupakan wilayah perbatasan Suriah dan Israel yang masih jadi sengketa. Badai aneh itu muncul pada Kamis, 1 Desember 2016 sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Cuplikan rekaman video dari fenomena cuaca ini telah diunggah ke Facebook oleh Israel News Online. Video itu pun ramai jadi perbincangan warga Israel di media sosial, di mana sebagian besar meyakini hal itu sebagai “campur tangan Tuhan” untuk melindungi Israel dari kelompok teror.

“Sebuah fenomena cuaca terjadi pada pukul 08.00 hari Kamis, di sisi lain dari perbatasan Suriah, di tempat yang sama di mana ISIS pernah menyerang Israel,” tulis Israel News Online dalam keterangan video yang mereka unggah di Facebook, yang dikutip Sindonews, Jumat (9/12/2016).

“Badai ini aneh apa tampaknya menjadi debu, awan dan hujan. Tidak menyeberangi pagar perbatasan ke Israel. Ini duduk seperti penghalang antara ISIS dan Israel,” lanjut keterangan video tersebut.

Salah satu pengguna Facebook, Charlotte Van Dam, merespons, ”Benar-benar campur tangan Illahi untuk melindungi Israel. Amin!"

Tapi, tidak semua warga Israel pengguna media sosial setuju dengan klaim itu. ”Maaf, saya tidak sepaham. Cuaca tidak terprediksi, dan hanya karena tampaknya berhenti di perbatasan di sini, tidak berarti itu tidak terjadi di tempat lain. Tunjukkan bukti itu 'membentuk mata' di sekitar Isreal secara sempurna, dan kemudian kita akan bicara. Tapi ‘Perlindungan dari Illahi?’ Maaf teman-teman, tapi hujan tidak banyak melindungi dari peluru dan rudal,” tulis pengguna Facebook, Alec Fair.

Tapi pihak Israel News Online membalas komentar itu dengan cepat. ” Ya tentu. Sekarang kami bertanya siapa yang mengendalikan cuaca? Apapun penyebabnya (badai) itu duduk di antara ISIS dan Israel dan tidak masuk Israel."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar