Sabtu, 31 Desember 2016

Penyelidikan bantuan IHR ke Suriah terus bergulir..

Polisi sekarang melibatkan pihak interpol untuk menyelidiki kemana bantuan itu disampaikan, sesudah ribut2 ditemukannya bantuan RI di tangan pemberontak di Aleppo. Kasus ini terus bergulir untuk terus mengejar siapa-siapa saja yang berada di balik bantuan yang "salah alamat" itu..

Sebenarnya saya sangat yakin pihak polisi sudah tahu sejak dahulu - bahkan sejak awal perang Suriah - banyak orang sini yang mendukung pemberontak. Hanya memang pernah ada keraguan di pihak kita tentang dimana pihak yang benar, karena propaganda dari media internasional yang begitu massif menyebarkan kebohongan.

Darimana ciri bahwa mereka pendukung pemberontak Suriah ? Dari benderanya..

Bendera Suriah yang sah sampai sekarang adalah berwarna Merah, Putih dan Hitam dengan 2 bintang di tengahnya. Sedangkan bendera yang di populerkan pemberontak dengan nama Free Syrian Army atau FSA adalah Hijau, Putih dan Hitam dengan 3 bintang di tengahnya.

Bendera warna hijau, putih dan hitam inilah yang terus menerus disematkan dalam spanduk2 permintaan donasi untuk Suriah oleh para pendukung pemberontak.

Jadi disini sudah jelas, untuk siapa bantuan itu sebenarnya ?

Ini sekaligus membungkam pernyataan IHR Indonesia dan sejawatnya yang mengatakan bahwa mereka menyalurkan bantuan kepada rakyat Suriah. Rakyat yang mana ? Wong, yang membuat rakyat susah juga para pemberontak.

Sebelum ada para pemberontak, rakyat Suriah hidup tenang dan aman. Sesudah pemberontak masuk dan ingin mengubah semua dasar negara, maka terjadi pembantaian dimana-mana dengan konsep "syariat Islam".

Jelas sekali bahwa bantuan yang dikumpulkan dari Indonesia atas nama "rakyat Suriah", sangat berpihak kepada pemberontak. Pemberontak itu juga mengatas-namakan "rakyat Suriah" dan mereka merasa lebih berhak di suplai untuk perjuangan daripada rakyat sebenarnya yang kelaparan.

Berbahayakah situasi ini bagi Indonesia ?

Sejak lama saya sudah menulis betapa berbahayanya situasi ini bagi Indonesia. Hubungan yang terjadi antara para donatur di sini dengan para pemberontak Suriah adalah hubungan simbiosis mutualisma. Pemberontak di Suriah didukung penuh dari sini dan - satu saat - mereka akan mendukung penuh para donatur di sini untuk memberontak.

Berdasarkan situasi ini, sebenarnya cukup pemerintah Indonesia meminta kerjasama dengan pihak pemerintahan yang sah Suriah untuk melakukan identifikasi terhadap siapa-siapa saja mereka yang di Indonesia yang selama ini mendukung pemberontak dengan mengirimkan bantuan kepada bendera Hijau, Putih dan Hitam.

Untung saja para pemberontak itu kalah, jika mereka menang dan menguasai Suriah anda bisa mengira-ngira apa yang akan terjadi ? Pemberontakan yang sama di Indonesia dengan mengatas-namakan rakyat Indonesia dan Islam untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Dan bendera mereka jelas akan berbeda dengan kita, bukan lagi Merah Putih tetapi bisa jadi Hijau Putih yang menandakan "Islam dan Suci" versi mereka. Indonesia bersyariah..

Mengerikan, bukan ?

Pasti. Saya saja sejak lama sudah membayangkan kengerian itu. Karena kengerian itulah tidak ada lelahnya saya menulis untuk membuka pemahaman kita bersama dan menelanjangi siapa mereka semua.

Paling mudah adalah dengan menelusuri siapa ustad BN dan apa hubungannya dengan Khilafah Islamiyah yang selalu dicanangkan oleh Hizbut Thahrir Indonesia..

Seruput kopi dulu, ustad...

www.dennysiregar.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar