Sabtu, 18 Februari 2017

BALADA BUKIT DURI


.
Didukung saat tolak gusuran
Ditertawakan saat tenggelam kebanjiran.

Tanggal 28 september 2016 lalu Pemprov DKI berniat untuk menormalisasi aliran sungai Ciliwung di daerah Bukit Duri. Namun hal ini mendapat tentangan dari warga sekitar.

Meski telah digusur, mereka berkeras menolak relokasi dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Hasilnya, pada Kamis, 5 Januari 2017, Majelis hakim memenangkan gugatan warga Bukit Duri.

Esoknya, dalam jumpa persnya, 6 Januari 2017, Anies Baswedan mengaku Bahagia warga bukit duri memenangkan gugatan dan memberikan simpatinya kepada Warga bukit duri. "Saya senang keadilan ditegakkan," kata Anies saat ditemui.

Anies menuturkan, kemenangan tersebut bisa menjadi pelajaran bahwa untuk melakukan tindakan kepada warga Jakarta harus berdasarkan prinsip keadilan dengan prosedur yang benar

Keberpihakan pada gugatan warga ini menuai Simpati. Hasilnya pasangan Anies-Sandi menang telak di TPS 52 Bukit Duri, salah satu lokasi gusuran.

Namun esoknya, pada 16 Februari 2017, tanpa diduga Banjir Pesanan yang rutin dikirim dari Bendung Katulampa Bogor kembali menggenangi pemukiman tersebut. Saat itu warga belum mengungsi meski ketinggian air sudah sekitar 70 cm. Bahkan di RT 15, ketinggian air telah mencapai dada orang dewasa.

Saat ditemui warga Bukit Duri mengaku sudah Bosan kebanjiran dan siap untuk direlokasi asalkan tidak jauh. Mereka mengaku banjir di Bukit Duri tidak dapat diprediksi lagi. Banjir datang hampir setiap bulan.

Ironisnya, paslon Anies-Sandi yang diberi tahu bahwa ada beberapa lokasi banjir di Jakarta, seperti di Pejaten Timur dan Bukit Duri kali ini hanya menanggapi dengan santai.

Berikut tanggapan mereka:
“Kirain sudah bebas banjir,” kata Anies
"Genangan Air,” timpal Sandiaga yang berdiri di samping Anies.
“Oh genangan,” kata Anies lagi, disambut gelak tawa pendukungnya.

Bukan hanya mentertawakan banjir, saat dikejar soal solusi banjir, Anies malah menawarkan solusi yang tidak masuk akal dengan kondisi Jakarta saat ini dengan mengatakan bahwa pengelolaan air harus menggunakan Vertical drainage.

Anies sepertinya memang tidak begitu mengenal kondisi Jakarta karena vertikal drainase sangat sulit diterapkan untuk mengatasi banjir kiriman yang volume airnya sangat besar.

Catatan mas Teguh:
Tanyakan pada Anies Baswedan Ph.D., saat warga Bukit Duri menang gugatan apa arti kebahagiaannya?

Dan saat Bukit Duri tenggelam oleh banjir kiriman, apa arti tertawaannya?

Rangkuman tulisan Teguh Santoso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar