Tampilkan postingan dengan label science fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science fact. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2016

HAT-P-7b Punya Awan yang Terbuat Dari Batuan Ruby dan Safir

[​IMG] ​
Bayangkan bila kamu tinggal di sebuah planet yang kaya akan batuan mineral. Planet yang bila hujan tiba, bukan air yang turun namun batuan berharga seperti Ruby dan Safir. Apa yang kamu lakukan?

Entah jadi berkah atau tidak namun planet seperti ini memang benar-benar ada. Sekelompok astronom dari University of Warwick berhasil menemukan sebuah planet mirip Jupiter yang memiliki awan mengandung batuan Ruby dan Safir.

Mereka menamakan planet itu HAT-P-7b. Ukurannya 16 kali lebih besar dari Bumi dan berjarak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Dr. David Armstrong yang meneliti planet itu memakai teleskop Kepler untuk mempelajari lebih jauh tentang planet baru ini.

[​IMG] ​

Dari hasil pengamatan mereka ditemukan fakta bahwa awan di planet tersebut mengandung senyawa aluminum oxide atau corundum, sejenis mineral yang menghasilkan batuan Ruby dan Safir.


Selama empat tahun lamanya, para peniti terus memonitor bagian atmosfer planet HAT-P-7b termasuk soal cuaca dan temperatur di sana. Selain mengandung batuan mineral berharga, planet ini juga memproduksi gas.

Jumat, 02 Desember 2016

Buran, Kisah Sedih Pesawat Luar Angkasa Soviet

[​IMG] ​
Persaingan ketat antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin tidak hanya terjadi di bumi, tetapi juga teseret hingga luar angkasa.

Program penerbangan angkasa luar telah saling kejar-kejaran bahkan kadang hanya untuk mengejar prestise dan kebanggaan. Saling tiru ide juga merupakan hal yan sering terjadi.

Salah satu persaingan ketat dalam penaklukan luar angkasa adalah pembangunan pesawat luar angkasa atau Space Shuttle, sebuah pesawat yang dikonsep bisa wira-wiri dari bumi ke orbit rendah bumi.

Program Space Shuttle Amerika dirancang untuk membuat pesawat ruang angkasa yang bisa bertindak sebagai konektor murah yang dapat digunakan kembali antara Bumi dan orbit rendah Bumi. Pesawat ini mampu membawa muatan militer dan sipil ke ruang angkasa, bertindak sebagai laboratorium untuk percobaan sains, dan mengangkut kru dan pengunjung untuk mengorbit stasiun ruang angkasa.

Amerika Serikat berhasil dalam program ini dan menjadi sumber kebanggaan besar serta soft power bagi mereka.

Uni Soviet juga tidak bisa menahan godaan untuk menciptakan sistem antar jemput ini dan mulai bekerja pada pertengahan 1970-an, sebelum spaceplane Amerika terbang. Moskow juga memiliki alasan prakti untuk membangun pesawat luar angkasa yang bisa digunakan kembali. Moskow saat itu telah memiliki stasiun luar angkasa Salyut dan kemudian Mir yang akan mendapatkan manfaat dari pesawat ulang alik ini untuk memasok kebutuhan dan bahkan memperluas pos-pos semipermanen negara di luar angkasa.

Moskow telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa Washington telah mengutak-atik pesawat luar angkasa bersayap. Desain seperti X-20 Dyna-Soar telah ada di ujung tangan Amerika. Proyek Space Shuttle disetujui pada tahun 1969, didorong oleh keberhasilan NASA dengan pendaratan Apollo di bulan.

Meski Soviet lebih memiliki program pesawat ulang alik, tetapi tidak segera memulai membangunnya. Kemungkinan Moskow masih ragu apakah pesawat semacam ini bisa dibangun.

Pada tahun 1976, Amerika telah memiliki dua pesawat yang tengah dibangun yakni prototipe Enterprise, pesawat luar angkasa pertama yang beroperasi penuh, Columbia.

Rabu, 19 Maret 2014

Asal-Usul Mengapa 1 hari = 24 jam, 1 jam = 60menit, 1 menit = 60detik

Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa dalam 1 hari ada 24 jam, dalam 1 menit ada 60 detik, dan dalam 1 detik ada 60 menit? Inilah jawabannya.

Sistem bilangan yang paling banyak digunakan manusia saat ini adalah sistem desimal, yaitu sebuah sistem bilangan berbasis 10. Namun untuk mengukur waktu kita menggunakan sistem duodesimal (basis 12) dan sexadesimal (basis 60). Hal ini disebabkan karena metode untuk membagi hari diturunkan dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno Mediterania. Pada sekitar tahun 1500 SM, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12, dan mereka mengembangkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di atas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam ke dalam 12 bagian. Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 di tiap jari, tidak termasuk jempol) yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol. 

Jam matahari generasi berikutnya sudah sedikit banyak merepresentasikan apa yang sekarang kita sebut dengan “jam”. Sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian, didasarkan atas pengamatan para ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari.
Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan. Namun demikian panjang hari dan panjang malam tidaklah sama, tergantung musimnya (contoh: saat musim panas hari lebih panjang dibandingkan malam). Oleh karena itu pembagian jam dalam satu hari pun berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Sistem waktu ini disebut dengan sistem waktu musiman. Pada sekitar tahun 147-127 SM, seorang ahli astronomi Yunani bernama Hipparchus menyarankan agar banyaknya jam dalam satu hari dibuat tetap saja yaitu sebanyak 24 jam, disebut dengan sistem waktu equinoctial. Namun sistem ini baru diterima secara luas oleh saat ditemukannya jam mekanik di Eropa pada abad ke-14.

Hipparcus

Eratosthenes (276-194 SM), seorang ahli astronomi Yunani lainnya membagi sebuah lingkaran menjadi 60 bagian untuk membuat sistem geografis latitude. Teknik ini didasarkan atas sistem berbasis 60 yang digunakan oleh orang-orang Babilonia yang berdiam di Mesopotamia, yang jika ditilik lebih jauh diturunkan dari sistem yang digunakan oleh peradaban Sumeria sekitar 2000 SM. Tidak diketahui dengan pasti mengapa menggunakan sistem bilangan berbasis 60, namun satu dugaan mengatakan untuk kemudahan perhitungan karena angka 60 adalah merupakan angka terkecil yang dapat dibagi habis oleh 10, 12, 15, 20 dan 30.

Eratosthenes
Satu abad kemudian, Hipparchus memperkenalkan sistem longitude 360 derajat. Dan pada sekitar 130 M, Claudius Ptolemy membagi tiap derajat menjadi 60 bagian. Bagian pertama disebut dengan partes minutae primae yang artinya menit pertama, bagian yang kedua disebut partes minutae secundae atau menit kedua, dan seterusnya. Walaupun ada 60 bagian, yang digunakan hanyalah 2 bagian yang pertama saja dimana bagian yang pertama menjadi menit, dan bagian yang kedua menjadi detik. Sedangkan sisa 58 bagian yang lainnya membentuk satuan waktu yang lebih kecil daripada detik.

Sistem waktu ini membutuhkan waktu berabad-abad untuk tersebar luas penggunaannya. Bahkan jam penunjuk waktu pertama yang menampilkan menit dibuat pertama kali pada abad ke-16. Sistem waktu ini digunakan hingga sekarang oleh kita manusia modern.

Minggu, 22 Desember 2013

Angin Surya Teknologi Pendorong Tanpa Roket 2014

Jari-jari listrik merupakan benang tipis yang akan jauh lebih mudah menangkap angin surya dari pada menggunakan layar foil.

Dan beberapa tahun terakhir penjelajahan ruang angkasa mengalami kemajuan pesat, dimulai dengan penjelajahan Mars dan rencana pengiriman manusia ke permukaannya. Tapi ada satu riset yang saya temukan tentang jari-jari listrik yang berfungsi sebagai layar menggunakan tenaga angin surya. Walaupun dorongan angin surya di luar angkasa tidak sebesar dorongan angin di bumi, kemungkinan layar ini akan dibuat sangat besar.

Studi ini dijelaskan Pekka Janhunen, Sini Merikallio, Petri Toivanen, Jouni Envall dan Jouni Polkko pada pertemuan International Astronautical Congress, Naples-Italy, kemudian dipublikasikan melalui Forskning bulan ini.
Propulsi Angin Surya Tanpa Bahan Bakar

Pesawat dan satelit ruang angkasa jenis baru dikabarkan bisa menggunakan benang panjang terbuat dari logam yang sangat tipis dan halus untuk mengeksploitasi kekuatan angin surya (solar wind), hal ini bisa menjadi cara yang terbaik untuk mengeksplorasi tata surya. Percobaan pertama akan dilakukan pada tahun 2013 dengan peluncuran satelit Finlandia.

Saat ini ide-ide menjelajahi matahari sering melibatkan ukuran besar foil ultrathin yang memantulkan cahaya matahari. Cahaya partikel (foton) akan mengerahkan kekuatan kecil ketika menjelajah ruang angkasa. Sebuah layar foton diuji pada Japanese Ikaros Space Probe yang mengorbit di Venus, tapi Pekka Janhunen dari Finnish Kumpula Space Centre mempunyai pendekatan lain.

Pada pertemuan terakhir International Astronautical Congress di Naples mereka menjelaskan rencana sebuah pesawat ruang angkasa yang menjelajah dengan menggunakan angin surya. Angin surya terdiri dari inti hidrogen dan elektron berasal dari ledakan Matahari.

Meskipun pada tempat tertentu di ruang angkasa, angin surya bisa saja jauh, dan jauh lebih lemah daripada angin bumi, tapi masih dapat digunakan sebagai propulsi.

Angin Surya Bermuatan Listrik

Layar yang dikembangkan Janhunen mempunyai satu keuntungan besar daripada layar foton, sistem ini tidak benar-benar harus memiliki layar. Seperti tulang rusuk pada payung atau jari-jari roda sepeda yang terkembang keluar dengan pusatnya berputar.

Jari-jari ini merupakan benang tipis yang akan jauh lebih mudah daripada menggunakan foil. Gaya sentrifugal akan menjaganya tetap diperpanjang sesuai perputaran pesawat luar angkasa. Benang ini juga akan jauh lebih ringan dari foil dan mengambil sedikit tempat ketika digulung, kemudian berat dan volume menjadi faktor kunci ketika mengirim data apa pun dari Bumi. Benang itu nantinya akan diberi muatan listrik, sehingga angin matahari tidak melewatinya begitu saja.

Angin surya memiliki muatan listrik, inti hidrogen memiliki muatan positif dan elektron bermuatan negatif. Janhunen akan memberi benang tipis dalam layarnya yang bermuatan positif kuat. Ini akan menciptakan medan listrik positif yang akan menyebar di antara benang seperti layar tak terlihat.

Ketika elektron bermuatan negatif pada angin surya bertabrakan dengan bidang positif maka akan melambat, seperti ketika angin mendorong perahu layar di Bumi. Sementara, Janhunen menyarankan perjalanan pesawat pesawat menuju sabuk asteroid. Pesawat ruang angkasa tanpa layar surya pastinya akan dilengkapi dengan roket. Pada awal perjalanan kemudian sebagian besar diarahkan karena tarikan medan gravitasi sebuah planet.

Pesawat berlayar ini akan memberikan kekuatan yang lemah, tapi bergerak stabil yang diperoleh dari angin surya selama perjalanan. Dan layar dapat diarahkan dengan mengubah muatan positif. Jika mengurangi muatan positif di salah satu sisi benang, maka pengaruh angin surya di sisi ini akan berkurang, dengan demikian akan merubah sudut (manuver).

Dengan mengatur arus listrik tersebut, pesawat dapat dikemudikan di sepanjang lintasan asteroid yang jauh lebih cepat dan efisien dari pada yang dapat dicapai dengan sistem gravitasi lateral atau retrorockets dan planet.

Pesawat ruang angkasa tidak akan perlu membawa bahan bakar yang berat, sumber bahan bakar dari Matahari akan terus memancar selama miliaran tahun.
Janhunen dan rekannya mengalokasikan dana Uni Eropa pada bulan Desember 2010 untuk membangun dua prototipe yang paling penting dalam layar elektronik. Proyek ini akan selesai pada bulan Desember 2013, namun pada bulan Maret jari-jari benang 10 meter akan dikirim ke ruang angkasa melalui satelit yang dibangun di Estonia. Pada tahun 2014 sebuah benang sepanjang 100 meter akan digunakan pada satelit mahasiswa pertama Finlandia, Aalto-1.

Kemudian Janhunen berharap Uni Eropa akan memberikan lampu hijau untuk proyek Wind Solar Electric Sail Test (SWEST) berikutnya. Hal ini akan melibatkan sebuah satelit yang lebih besar dengan empat benang yang masing-masing akan diperpanjang 1 kilometer. Sementara dalam perhitungan mereka, sebuah pesawat ruang angkasa masa depan skala penuh mungkin akan menggunakan jari-jari benang sepanjang 20 km untuk menangkap angin surya.

Jumat, 13 Desember 2013

10 Makhluk Tertua Yang Masih Hidup Hingga Kini

Semua hewan dan tumbuhan yang hidup hingga saat ini adalah makhluk-makhluk yang sudah berhasil hidup dan beradaptasi selama jutaan tahun lalu. Bahkan sampai sekarang pun, masih ada banyak hewan-hewan prasejarah yang masih hidup. Sebut saja contohnya paus atau komodo. Dua hewan tersebut dipercaya hidup di era dinosaurus menguasai bumi.

Namun, terdapat 10 makhluk hidup lain yang berumur lebih tua dari dua hewan tersebut. Berikut ke sepuluh makhluk tua hingga yang paling tua berdasarkan hitungan urut mundur:

10. Semut Martialis Heureka (120 juta tahun)
Walaupun termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan Amazon, dekat Manaus, Brasil.

Semut ini sempat menghebohkan peneliti karena tak ada matanya, alias buta. Jenis semut yang tanpa mata dan memiliki warna cream ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.

Begitu anehnya semut yang tiada duanya ini, maka dijuluki “Semut dari planet Mars” atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (“ant from Mars”) yang kemudian menjadi namanya.

Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih seratus juta tahun lamanya.

9. Ikan Sturgeon (200 juta tahun)
Ikan jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan Pseudoscaphirhynchus.

Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.

Menurut para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti sekarang.

8. Hewan Laut Horseshoe Shrimp (200 juta tahun)
Horseshoe Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu.

Dari fosil yang ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida ini juga masih tetap sama.

7. Tumbuhan Ginkgo Biloba (270 juta tahun)
Spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka ini dapat ditemui di mana saja karena ruang hidupnya tersebar luas di seluruh dunia.

Dari fosil yang pernah ditemukan dan bentuknya sekarang, Ginkgo biloba tumbuhan ini tidak mengalami perubahan sama sekali. Diperkirakan, tumbuhan ini hidup sejak periode Permian.

6. Ikan Coelacanth atau ikan Raja Laut
Kata Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga. Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan.

Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.

5. Horseshoe Crab atau Belangas atau Mimi Hitam
Diyakini bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.

Selain itu, para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat hidup di air dan di darat.

4. Nautilus (500 juta tahun)
Nautilus disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.

Menurut para ahli, di era dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya cephalopoda atau cumi-cumi saja.

3. Jellyfish atau Ubur-Ubur (505 juta tahun)
Ubur-ubur adalah hewan laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa dan tergolong dalam keluarga Cnidaria atau Coelenterata. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Tercatat ada sekitar 1.800 jenis ubur-ubur di dunia.

Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Ubur-ubur yang paling mematikan dari kelompok ini adalah ubur-ubur Irukandji, yang ukurannya kecil. Ubur-ubur ini hidup di sekitar pantai Australia.

Hewan ini sangat susah untuk menjadi fosil ketika mati dikarenakan tubuhnya yang tipis dan lunak. Namun, pernah ditemukan sebuah fosil yang diyakini adalah Ubur-Ubur Purba beberapa tahun lalu.

2. Sponge atau Porifera (580 juta tahun)
Porifera (Latin: porus = pori, fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.

Seperti halnya Cyanobacteria, para peneliti mempunyai asumsi bahwa Sponge adalah salah satu makhluk hidup yang ada sejak awal hewan di darat, air dan udara muncul.

Fosil Sponge tertua yang pernah ditemukan adalah berusia sekitar 540 juta tahun lalu di sebuah batu di Australia. Sponge juga mirip Ubur-Ubur yang susah untuk menjadi fosil karena karakteristik tubuhnya.

1. Cyanobacteria (3,8 miliar tahun)
Para peneliti mempunyai asumsi bahwa Cyanobacteria adalah makhluk hidup pertama yang hidup di bumi. Cyanobacteria, dikenal pula sebagai sianobakteri(a), bakteri biru-hijau, ganggang biru-hijau (Cyanophyceae), serta ganggang biru, adalah filum (atau divisi) bakteri autotrof fotosintetik.

Jejak fosilnya telah ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Kelompok bakteri ini sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting di bumi. Makhluk ini hidup di sulfur dan gas metan yang tersebar merata hampir di seluruh tempat di awal bumi terbentuk.

Walaupun kecil, namun Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau ini merupakan salah satu kelompok terpenting dalam rantai ekosistem makhluk hidup di bumi. Cyanobacteria dapat ditemui di laut atau samudera, perairan tawar, di permukaan batu sampai di tanah.

Itulah 10 hewan paling tua yang masih hidup di Bumi hingga kini sejak ratusan juta tahun bahkan milyaran tahun lalu. Dari semua hewan tersebut, adakah dari mereka yang berevolusi hingga bentuknya berubah, bahkan jadi bentuk hewan lain? Tidak ada.

Inilah adalah bukti nyata, dari fosilnya hingga hewannya sendiri masih dapat saling dibandingkan (compare) dan terbukti bahwa memang mereka tidak berubah menjadi spesies lain. Dan ini bukan suatu teori, ini adalah bukti bahwa makhluk hidup hanya dapat beradaptasi (seperti semut buta pada nomer 1) dan bukannya berevolusi menjadi makhluk lain.

Iya, makhluk hidup hanya beradaptasi, bukan berevolusi dari makhluk satu sel atau bersel tunggal hingga dapat menjadi trilyunan sel dengan organ yang ribet dan kompleks, seperti manusia.



Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo

Rabu, 20 November 2013

Temuan Baru Mengejutkan Ilmuwan di Mars



INILAH.COM, Tucson – Satelit NASA yang mengorbit Mars berhasil mengambil gambar sangat mengejutkan. Temuan ini mementahkan anggapan planet merah itu sangat kering.

Satelit badan luar angkasa Amerika Serikat (AS) itu berhasil mengambil gambar apa yang diduga kuat sebagai aliran air selama bulan-bulan terhangatnya. Dalam observasi yang direkam Mars Reconnaissance Orbiter, fitur gelap seperti jari itu muncul.

Selain itu menurut laporan NASA, fitur itu terus menuruni beberapa lereng Mars selama musim gugur hingga panas kemudian memudar di musim dingin dan kembali lagi pada musim semi.

Perubahan musiman ini terlihat dalam beberapa lereng curam di pertengahan lintang belahan selatan Mars.

“Penjelasan terbaik observasi ini adalah, fitur tersebut merupakan aliran air,” ujar ilmuwan Alfred McEwen dari University of Arizona seperti ditulis HuffPost.

McEwen merupakan kepala penyelidikan untuk orbiter High Resolution Imaging Science Experiment. Temuan ini membawa ilmuwan berada pada titik terdekat menemukan keberadaan air di permukaan Mars.



Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo

Sabtu, 26 Oktober 2013

Hujan Di Planet Saturnus Dan Jupiter Mengandung Berlian


Amerika Serikat- Sekelompok ilmuan AS mengatakan bahwa hujan yang terjadi di Planet Saturnus dan Jupiter terbuat dari bongkahan berlian.

Dr. Kevin Baines dari Universitas Wisconsin Madison dan Laboratorium mesin Jet Nasa, mengatakan bahwa petir yang terjadi di kedua planet gas tersebut mengubah metan menjadi karbon. Ketika jatuh, karbon akan mengeras menjadi grafit dan akhirnya menjadi berlian.

Berlian tersebut memiliki Diameter sebesar 1 cm dan diperkirakan curah "hujan" berlian di planet Saturnus sebesar 1.000 ton tiap tahun.

Meski tidak ada cara pragmatis untuk membuktikan hujan berlian tersebut, namun Baines yakin reaksi kimia yang terjadi di planet tersebut memungkinkan adanya fenomena hujan berlian.

Baines mengatakan berlian yang jatuh kemudian mencair di inti planet karena suhu panas ekstrem.

Atmosfir di Saturnus dan Jupiter tadinya dianggap tidak lazim untuk menciptakan atau menyimpan mineral berharga. Planet Uranus dan Neptunus diketahui sebelumnya banyak menyimpan mineral berharga.



Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo

Minggu, 09 Juni 2013

Bahayanya Menyalakan Handphone di dalam pesawat

MATIKAN HP DI DALAM PESAWAT!
--Rakyat High-Class, Tapi.....

-

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyaka rta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.


Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah- mudan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS ).

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli.. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang Belem memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-ganggua n yang terjadi di pesawat: Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis / pertamina).

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Wassalam
Erva Kurniawan

Semoga tempelan ini bermanfaat —.

UTAMAKAN KESELAMATAN





Recommended Download

Rabu, 31 Oktober 2012

8 Tempat Paling Dingin di Muka Bumi

1. International Fall, Minnesota


International Fall di Minnesota, USA dikenal sebagai titik yang paling dingin di antara 48 negara bagiannya Amerika. Kota berpenduduk sekitar 7.000 orang ini mempunyai suhu rata-rata 36,4 °F (2 °C). Suhu rata-rata selama bulan Desember, Januari, dan Februari di bawah nol. Pada Festival local yang dinamai “Icebox Festival” mengadakan kompetisi seperti lomba snowmobile, memahat salju, main bowling dengan kalkun yang beku, dan kejuaraan “Freeze Yer Gizzard Blizzard Run. ” atau lomba lari di salju ada yang 5K ada juga yang 10k. Kota lain, Fraser di Colorado juga mengklaim julukan kotanya sebagai“Icebox of the Nation” atau bahasa kitanya “kulkasnya Negara”. Kedua kota memperjuangkannya di pengadilan, dan keputusan terakhir dengan nomor registrasi nomor 3375139 yang dikeluarkan oleh The United States Patent and Trademark Office, International Fall berhak atas julukan ini. Sebagai tambahan suhu terendah yang pernah dicatat adalah -40°F atau -40°C


2. Umiat, Alaska


Umiat, Alaska adalah tempat yang paling dingin di Amerika Serikat, dengan suhu rata-rata 10.1°F atau sekitar-12°C .Suhu di Umiat bisa mencapai sekitar 70°F (sekitar 21°C) pada musim panas, dan tau senidirlah kalo di musim dingin. Penduduknya sekitar 5 orang (mungkin hanya terdiri dari peneliti yang bekerja di situ) dengan tak ada penduduk yang permanen. Kitabisa mengikuti kondisi cuaca di sini melalui Umiat Air Field online.


3. Snag


Snag adalah suatu tempat di mana suhu yang paling rendah yang pernah dicatat di Amerika Utara. Pada 3 Februari, 1947, peramal cuaca menambah strip lagi dengan menandai di termometer, karena air raksa di bawah strip angka meteran yang paling rendah. Ketika termometer ditandai kembalai ditemukan bahwa suhunya terbaca -81.4°F (-63°C). Di suhu suhu serendah itu, suara orang bisa didengar sejauh empat mil. Uap nafas membeku di udara selama sampai 15 menit, membuatnya mudah untuk menemukan kemana seseorang sudah pergi.


4. Northice Station


Tempat yang paling dingin di belahan bumi barat adalah Greenland, walaupun bagian ini menurut sejarah merupakan daerah yang termasuk Eropa. Northice Research Station yang berlokasi di tengah Greenland Ice Sheet mencatat suhu -87 °F (-66 °C) pada tanggal 9 Januari, 1954.


5. Yakutsk


Yakutsk, ibukota daerah Yakutia di Siberia yang mempunyai penduduk sebanyak 200.000 orang mengklaim dirinya untuk menjadi kota yang paling dingin di atas bumi. Pada Januari, suhu sehari-hari rata-rata sekitar -58°F (-50°C). Penduduk sering membiarkan mobil mereka hidup seharian untuk menjamin mereka bisa pergi ke rumah, takut beku kali bahan bakarnya ya. Juga diperingatkan untuk tidak memakai kacamata di luar ruangan, mungkin kacamata itu akan menempel di wajah kita dan menggoyakkan sebagian kulit kita bila dilepaskan.


6. Verkhoyansk


Verkhoyansk, di daerah Yakutia, Siberia, terletak dalam Lingkaran Arktik, naik mobil delapan hari dari Yakutsk. Tetapi anda hanya bisa tiba di sana pada waktu musim dingin, kalau danaunya membeku, karena tidak ada jalan lain! 1.300 orang tinggal di Verkhoyansk, bagian yang paling besar di antaranya, memakai rusa kutub untuk manarik kenderaan mereka dan hidup sebagai pemburu binatang berbulu. Daerah ini mempunyai sumber alam berlimpah, termasuk emas, tetapi terlalu dingin untuk mengembangkan pertambangan di sini. Gambar di atas diambil di “Pole of Cold” di Verkhoyansk. Dengan gading mammoth yang dijadikan tugu. Suhu yang sudah dicatat di Verkhoyansk Weather Station menunjukkan rekor minus 72 derajat Celsius, dan suhu rata-rata selama Januari ialah minus 49 derajat Celsius. Sayangnya, kota dekat di samping nama Oimyakon juga mencoba mendapat hak julukan sebagai “Cold Pole”, dengan dasar rekor yang tak resmi minus 78 derajat Celsius.
Daerah ini juga mempunyai julukan sebagai “Stalin’s Death Ring” atau cincin maut Stalin.


7. Oymyakon


Oymyakon, desa yang lain yang terletak di daerah Yakutia, Rusia juga mengklaim menjadi tempat yang paling dingin di belahan bumi utara,. Di bahasa Sakha (suku di Rusia), Oymyakon berarti “air yang tidak membeku”, karena adanya sumber air panas di tengah-tengah permafrost (tanah yg terdapat di daerah beku, yang tidak selalu tertutup salju, CMIIW deh). Pada 26 Januari, 1926, suhu di Oymayakon dicatat -96,2 °F (-71,2 °C). Ada bantahan dengan bilangan ini karena ada ukuran yang didapat melalui acuan yang lebih baik daripada ukuran termometer langsung. Seperi Snag di Kanada, Oymyakon terdapat pada cekungan di antara gunung-gunung, yang menjebak udara dingin. Suhu pada musim dingin sering lebih rendah daripada -50°F (46°C) atau sekitar -76°F(60°).


8. Vostok Station


Di belahan bumi selatan, tak ada lagi argumen tentang tempat yang paling dingin. Suhu yang paling dingin yang pernah dicatat di atas tanah dicatat di Vostok Station, pos penelitian Rusia di Antartika pedalaman. Pada 21 Juli, 1983, termometer mencatat suhu-128,6 °F (-89,2 °C). Menambah kesan bahwa orang-orang Rusia adalah orang-orang yang tahan dingin.



Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo