Tampilkan postingan dengan label people. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label people. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Laksamana Madya (Udara) Omar Dhani,


Setelah dituduh bagian dari G30S/PKI, Ia bisa saja menyelamatkan diri tatkala negara mengirimnya pada 14 Oktober 1965 untuk mengadakan kerjasama militer ke Eropa dan Asia. Saat itu Ia memiliki segalanya. Selain Hercules C-130 yang penuh amunisi dan bahan bakar, turut bersama dengannya, istri yang sedang mengandung 7,5 bulan, anak-anak dan para ajudan setia. Sebuah paket lengkap keluarga pelarian. Tidak terlalu asing kedengarannya belakangan ini, bukan ?

Ada lebih dari cukup alasan baginya saat itu untuk mendapatkan suaka. Bisa saja dari Rusia atau Jerman Timur. Lagipula ia pilot dengan jam terbang tinggi, mudah baginya menerima tawaran dari KLM contohnya atau minimal menjadi pengajar di almamaternya, TALOA - California.

Tapi dia menepis segala godaan desersi tersebut. Bagi Omar Dhani tanah airnya hanya Indonesia, ia lahir di Solo dan berharap mati paling tidak di landasan pacu Indonesia sebagai seorang penerbang.
Enam hari kemudian ia pulang dan ketika mendarat di Bogor, atas perintah Soeharto ia langsung ditahan dengan tuduhan sebagai salah satu pelaku G30S/PKI. Tentu saja karir militernya tamat. Perlu diketahui Omar Dhani pernah menjadi atasan Soeharto pada operasi  melawan Malaysia bertajuk Kolaga. Namun terjadi friksi diantara keduanya, bahkan di depan Soekarno, Soeharto pernah berbicara bahwa Omar Dhani tidak pantas menjadi panglima Kolaga. Dan diduga momentum Sept 65 ini dimanfaatkan betul oleh Soeharto untuk balas dendam.

Alasan utama mengapa Omar Dhani kembali adalah kekuatirannya akan banyak anak buahnya dari Matra AURI yang akan diMahkamah-militerkan oleh Soeharto dan para penjilatnya. Oleh karena itu ia rela mengambil tanggung jawab atas kesalahpahaman terbesar dalam sejarah militer Indonesia tersebut. Waktu itu Markas Besar menganggap Surat Perintah Harian Omar Dhani sebagai keberpihakan AURI pada PKI. Rupanyanya sang Laksamana terperosok karena salah sangka. Dipikirnya G30S/PKI adalah sekedar konflik internal Angkatan Darat. Lagipula tuduhan Soeharto bahwa AURI melatih sukarelawan PKI dikemudian hari tidak terbukti karena Lubang Buaya bukan merupakan bagian dari Markas Komando Halim Perdana Kusuma.

Dan akhirnya bertepatan di hari Natal di tahun yang sama, di depan Mahkamah Militer Luar Biasa, ia divonis hukuman mati. Namun eksekusi padanya  tak pernah kunjung datang. Rupanya Soeharto berhitung akan seperti apa jadinya reaksi loyalis Soekarno jika Gatotkaca mereka ditembak mati. Entah mengapa pada tahun 1980, hukumannya diubah menjadi seumur hidup. Dan dua hari sebelum peringatan kemerdekaan di tahun 1995, ia mendapatkan grasi penuh dan bebas. Tiga tahun kemudian ia masih menjadi saksi hidup jatuhnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Rupanya 'mahasiswa itu marah, jenderal'

Omar Dhani meninggal pada tanggal 24 Juli 2009. Dimakamkan di TPU biasa di ibukota, bukan di Kalibata, tempat para pahlawan seharusnya berada. Padahal di jamannya, kekuatan TNI AU ada di peringkat ketiga di Asia. Disegani karena para squadron MIG dan F nya yang melegenda. Omar Dhani adalahbukti kualitas sesungguhnya seorang Jenderal. Berkorban bahkan untuk karbol-karbol nya dari kemungkinan apa yang disebut sekarang sebagai dampak 'kerjasama Soeharto dan CIA'

Dion
Penyuka Sejarah (yang tidak dipelintir tentunya)

catatan :
Setelah lama mati, anehnya kini PKI dan ideologinya dinyatakan 'hidup kembali' oleh mereka yang malah sedang gencar-gencarnya memaksakan ideologi radikalnya bagi NKRI yang sudah final ini. Mereka berharap saat ini ada yang bisa di 'Omar Dhani kan'

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215328546435308&id=1485050265

Kamis, 21 September 2017

Tentang Kasino...

Kasino adalah pelawak paling jenius yang pernah dilahirkan di Indonesia, mungkin kehebatan daya lawaknya hanya tertandingi oleh Dono yang uniknya juga satu grup sama dia. Bahkan jika dibandingkan dengan Bing Slamet yang cenderung elitis daya lawak Kasino masih terlihat unggul. Kelebihan utama Kasino adalah ia mampu melihat kekayaan multikultural di Indonesia dengan amat cerdas. Ia sanggup membuat kelucuan-kelucuan yang merupakan ironi dalam susunan sosial masyarakat Orde Baru. Inilah daya lebih yang sampai sekarang pelawak kita tidak bisa menemukannya. Lawakan-lawakan warkop apabila diseriusi merupakan sebuah pembelajaran panjang tentang kebudayaan yang berkembang di Indonesia, walaupun yang ditampilkan sifatnya parodik namun bila direnungkan akan membawa kita pemahaman yang dalam tentang sebuah Ke Indonesiaan yang tidak terjebak pada stereotype.

Pria kelahiran Gombong 1950, adalah manusia Indonesia sesungguhnya, ia mengenal banyak budaya dan kebudayaan yang berbeda di luar dirinya tidak lantas menjadikan alat kebencian tapi justru alat pencerdasan inilah hakikatnya pendidikan multikultural. Dulu kita mengenal Warkop Prambors dengan kemampuan membagi-bagi wilayah kultural menjadi kelucuan parodik seperti : Dalam acara lawakan radio sebelum masuk era film dimana anggotanya masih lengkap yaitu : Rudi Badil, Dono, Kasino, Nanu dan Indro. Rudi Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga). Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).

Akting Kasino dengan penokohan Sanwani di film Gengsi Dong juga luar biasa menggambarkan kondisi pemuda Betawi yang tidak menjadi gagap dan berusaha menjadi bagian Anak Jakarta Urban yang modern, usaha ini dipecahkan ditengah duitnya yang cekak dengan ngakalin Slamet (Dono) yang lugu tapi lucu. Begitu juga dengan Indro yang selalu kebagian peran sebagai anak orang gedongan tapi gagap sosial alias 'belum siap jadi orang kaya'. Parodik Indro yang berperan sebagai 'Joy' ini adalah gambaran manusia Indonesia pada waktu awal Orde Baru dimana baru boom minyak, hedonis dan seluruh alam pikirnya berbau barat konsumtif yang kemudian dianggap menaikkan status sosial dengan orang disekitarnya. Sanwani yang sebenarnya bisa menjiwai sebagai orang kaya sebagaimana Joy, berusaha ngakalin keadaan yang pas-pasan karena dengan duitnya yang cekak mana bisa ia melampaui Joy dan menggaet cewek bintang kampus.

Kasino adalah juga orang yang pertama kali mengenalkan ke publik sisi lucu dialek Bali dengan menyebut kata 'Patung' khas aksen Bali. Dari seluruh pelawak Warkop, Kasino-lah yang mampu beradaptasi secara multidialek. Seandainya lawakan-lawakan kita adalah lawakan jenis Warkop, lawakan yang tidak menyakiti lawan main, lawakan yang mampu secara jenius menyodorkan problem sosial dengan cara yang cerdas, mungkin masyarakat kita tidak akan sebengis sekarang, tidak gampang membunuh hanya karena sesuatu yang berbeda dengan dirinya.

Dari kecerdasan Kasino kita banyak belajar soal multikultural.............

(Ditulis oleh : Anton DH Nugrahanto, 2011)

Sabtu, 16 September 2017

Mengenal Presiden Joko Widodo

Siapa yang bisa menebak arah nasib? Di tahun 2001, Jokowi hanyalah pengusaha muda yang biasa biasa saja. Nasib telah menempa dia menjadi petarung kehidupan. Jauh sebelum jadi pengusaha mebel, Jokowi bekerja sebagai tukang kayu, pasang lis jendela, atau mengerjakan daun pintu. Duitnya digunakan buat bayar sekolah, beli buku, waktu sekolah di SMAN 6 Solo kesenengannya makan bakso depan gang cengklik itu juga kalok dia punya duit.

Dia kerja di Aceh tahun 1985. Sepulang dari Aceh, Jokowi pernah coba ngadu nasib ke Jakarta, tapi dia melihat kota Jakarta nggak jodoh sama rejekinya, "mungkin belum waktunya". Dia balik lagi ke Solo, naek bus malam yang biasa mangkal di Mampang. Sampai di Solo, dia menyusuri bantaran kali dan di sana ia kepikiran untuk usaha jadi tukang kayu saja, ini ia pernah ceritakan asal mula dia jadi pengusaha kayu.

Jokowi punya nasib baik, saat itu di Solo sedang booming pabrik mebel, permintaan mebel luar biasa besarnya, ia ketiban rejeki dadakan. Jadi pengusaha mebel senengnya Jokowi pameran, ya ke Amerika Serikat, ya ke Eropa.

Pencerahan Jokowi justru terjadi di Eropa, ia melihat sebuah kota berkembang dengan tatanan yang apik dan atur, ia melihat pertumbuhan kota yang baik ada dua hal : "Taman dan Tempat Diskusi Publik", nah budaya diskusi publik adalah tempat makan, mangkanya dia bikin Galabo (Gladag Langen Bogan) tempat kongkow orang Solo sekaligus ruang publik, tanpa sengaja Jokowi melihat teori ruang publik Habermas bekerja. Ketika dia jadi Walikota Solo, dua hal itu ia utamakan dalam politik anggaran.

Kembali, ke soal nasib Jokowi. Dia ke Amerika sebagai bakul kayu di tahun 2001, 14 tahun kemudian dia berfoto dengan Presiden Amerika Serikat sebagai "Presiden Republik Indonesia".

Ini adalah 'jalan Tuhan'. Kenapa kok Jokowi bisa semulia itu hidupnya. Coba anda perhatikan, Jokowi tidak pernah menghina orang, mencaci maki lawan politiknya. Ia menjalankan hidup dengan iklhas, itu kuncinya. Seperti misalnya Amien Rais rajin sekali serang Jokowi, pernah saya tanya ke dia "Mas, itu kok Pak Amien rajin serang ya". Jokowi jawab "Oh, itu karakter". Setelah politik PAN merapat ke PDIP, selesai pula serangan Amien, jawaban singkat Jokowi soal karakter, adalah jawaban orang yang tak pernah terbeban dalam menghadapi serangan, naluri inilah yang ternyata memenangkan Jokowi dalam bertarung dengan kehidupan.

Jadi benar pepatah lama, "Orang yang berhasil bukanlah orang yang cerdas, orang yang jenius, tapi orang berhasil lebih ditentukan karakter, lebih ditentukan sikapnya dalam melihat kehidupan".

Contohnya ya Jokowi, dari tukang mebel dan pemain politik lokal sebentar lagi diperhitungkan jadi tokoh paling berpengaruh di Asia Tenggara. Karena sikapnya yang santai dihina orang, malah yang menghina kabarnya banyak yang tidak baik hidupnya, rejekinya nggak lancar, ya gimana mau lancar pikirannya ditanam hal hal yang tidak baik. Tiap hari kerjanya bagaimana hina Jokowi, apa nggak capek ya?

-Anton DH Nugrahanto-

Minggu, 03 September 2017

KISAH MASYARAKAT UNIK SAMIN

Komunitas orang-orang Samin atau biasa disebut Kaum Samin menggenggam tata nilai dan cara berpikir khas yang kerap dianggap aneh oleh khalayak luas. Dalam interaksinya, orang Samin atau Wong Samin kerap membuat lawan bicaranya kaget atau sejenak bingung.

Orang-orang Samin banyak ditemui di Jawa Tengah, persisnya di daerah-daerah Blora, Pati, Rembang, Purwodadi, dan sekitarnya. Kisah berinteraksi atau berdialog dengan orang Samin kerap jadi pembicaraan orang.

Dewi, karyawan swasta, tak bisa melupakan potongan-potongan dialognya dengan orang Samin. Hingga kini dia mengaku masih takjub dengan jawaban-jawaban 'ajaib' ala Samin, saat penelitian tentang Kaum Samin pada 2014.

Saat itu alumnus Institut Pertanian Bogor itu melakukan penelitian tentang penolakan komunitas Samin atas rencana proyek semen. Jawaban-jawaban dari wawancara sempat membuatnya pusing.

Percakapan menyangkut usia misalnya.

"Berapa umurmu?" tanya Dewi kepada salah satu narasumbernya yang Wong Samin,

Jawabannya membuat Dewi tertegun. "Umurku hanya satu, dipakai selamanya," kata si Samin dengan mimik serius.

Ada lagi soal anak. "Anaknya berapa?" tanya Dewi kepada seorang pria Samin. Jawabannya tak kalah mengejutkan. "Aku ora nduwe anak, nduweku turun. Sing manak bojoku (Aku tidak punya anak, hanya punya keturunan. Yang punya anak istriku yang beranak)."

Dewi pun sempat diprotes atas istilah 'demonstrasi' yang digunakannya saat menggali-gali data soal penolakan proyek semen. Istilah "demonstrasi" ternyata tidak sesuai dengan kamus hidup Kaum Samin. Lantas, istilah apa yang benar?

"Bagi Samin yang benar adalah unjuk rasa karena hakikatnya itu aksi mengunjukkan rasanya, bukan demonstrasi," ujar Dewi yang selanjutnya tak berani lagi menggunakan istilah "demonstrasi".

Rina, warga Yogyakarta, juga mencatat perilaku unik orang Samin. Satu saat dia naik bus rute Yogyakarta-Solo, kondisinya penuh penumpang.

Saat bus sudah relatif kosong, penumpang bisa duduk. Namun, ada dua penumpang yang tetap berdiri meski sudah banyak kursi kosong.

Keduanya menolak keras imbauan untuk duduk. "Tadi naik bus berdiri, kok mau duduk. Berdiri ya berdiri," katanya.

Mencegah debat kusir yang tidak perlu, kernet memberi kode bahwa dua penumpang itu orang Samin, dengan pola pikir dan perilaku yang khas. Para penumpang lain pun jadi mafhum dan tak lagi memaksa mereka duduk.

Beberapa tahun terakhir nama Kaum Samin mencuat sebagai kelompok yang militan penentang rencana pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Mereka menilai proyek itu akan merusak alam.

Sumber : Liputan6.com

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213583538963481&id=1253103433

HITLER OF MYANMAR, PENJAHAT KEMANUSIAAN ABAD 21

Ternyata selain biksu koplak dan provokator Ashin Wirathu serta penerima Nobel Perdamaian kelas abal-abal Aung San Suu Kyi,yang diam seribu bahasa menyaksikan pembantaian massal di depan mata, masih ada satu lagi penjahat kemanusiaan yang menjadi otak genosida / pemusnahan etnis Rohingya. Dialah Min Aung Hlaing, jendral senior sekaligus Komandan Junta Militer Myanmar. Setelah Abu Bakar Al Baghdadi pemimpin ISIS dialah orang kedua yang layak disebut iblis penjahat kemanusiaan abad 21 ini. Berikut ini adalah artikelnya yang saya copas dari kumparan.com

Min Aung Hlaing, Jenderal di Balik Pembantaian Rohingya
Hanya satu orang yang dapat memerintahkan tentara untuk berhenti membunuhi orang-orang Rohingya dan membakari desa-desa mereka: Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Komandan Militer Myanmar. Masalahnya, jenderal nomor satu Myanmar itu tak mengakui keberadaan Rohingya. Baginya, Rohingya adalah imigran ilegal. Dan demikianlah status Rohingya di Myanmar: orang-orang buangan tanpa kewarganegaraan, pun meski telah tinggal turun-temurun di negeri itu.

“Jenderal Min Aung Hlaing adalah orang yang memberi perintah untuk membunuh Rohingya. Aung San Suu Kyi mungkin ‘monster’, tapi tak ada apa-apanya dibanding dia,” kata Kyaw Win, Direktur Burma Human Rights Network, dalam percakapan dengan kumparan, Kamis (31/8). Secara de facto, Suu Kyi memang pemimpin Myanmar. Meski Undang-Undang Myanmar tak memperbolehkan dia menjabat sebagai presiden karena suaminya berkewarganegaraan asing--Inggris, ia memegang sederet posisi strategis: Menteri Luar Negeri, Menteri Kantor Presiden, Menteri Tenaga Listrik dan Energi, serta Menteri Pendidikan.

Suu Kyi ialah Penasihat Negara Myanmar, yang sesungguhnya mengendalikan presiden negeri itu, Htin Kyaw--yang naik ke tampuk pimpinan atas restu dia dan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (National League for Democracy; NLD) yang memenangi pemilu.Namun dengan berbagai jabatan “mentereng” itu, bukan berarti Suu Kyi bisa menggenggam seisi negeri, sebab parlemen dikuasai oleh militer, di bawah Komandan Militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Kamis kemarin, (31/8), pegiat kemanusiaan mendesak komunitas internasional untuk memfokuskan tekanan pada sang Jenderal--sosok di balik pembantaian Rohingya.

“Hanya dia yang dapat menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Rohingya, dan sejak tentaranya memulai serangan baru akhir bulan ini, ia bahkan tidak menghadapi kritik atau tekanan langsung dari komunitas internasional,” kata Mark Farmaner, Direktur Burma Campaign Inggris, seperti dilansir situs resmi lembaganya, Burma Campaign UK. Farmaner tak berlebihan. Militer Myanmar yang mengawali operasi perburuan militan Rohingya sebagai respons atas penyerangan kelompok pemberontak ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army)--yang disebut pemerintah Myanmar teroris--terhadap 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer di Rakhine, negara bagian Myanmar yang menjadi tempat tinggal Rohingya, nyatanya menarget rakyat sipil Rohingya tak pandang bulu.

Lelaki-perempuan, tua-muda, sepuh-bayi, semua jadi korban kebrutalan tentara Myanmar. Mereka ditembaki tanpa ampun, menjadikan operasi perburuan pemberontak menjelma genosida--pembunuhan besar-besaran secara terencana terhadap suatu bangsa atau ras. Meski jumlah korban sulit diperkirakan akibat penutupan akses media dan pengawas internasional menuju Rakhine, namun berdasarkan data berbagai sumber terpercaya yang dikumpulkan dari lapangan, Burma Campaign UK meyakini korban tewas mencapai ratusan orang, bahkan mungkin seribu lebih.

Sementara lebih dari 10.000 rumah ditaksir telah hancur bahkan rata dengan tanah. Kini, laporan-laporan baru yang masuk juga mulai menyebut munculnya aksi pemerkosaan, penyiksaan, dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Serangan militer Myanmar terhadap Rohingya kali ini dinilai serupa dengan yang pernah mereka lakukan pada Oktober 2016, namun dengan skala lebih besar dan koordinasi lebih terpadu untuk menghancurkan semua struktur masyarakat Rohingya.

Aksi militer Myanmar pada Oktober 2016 itu mengusik Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang kemudian menyimpulkan kejahatan terhadap kemanusiaan telah berpotensi terjadi, sehingga Dewan HAM PBB membentuk Misi Pencari Fakta untuk menyelidiki apa yang sesungguhnya terjadi di Rakhine, juga Shan dan Kachin di mana militer juga menjadikan etnis sipil sebagai target. Setelah Misi Pencari Fakta PBB melakukan penyelidikan, sebuah laporan PBB awal tahun ini membeberkan rinci pelanggaran HAM oleh balatentara Jenderal Min Aung Hlaing terhadap Rohingya.

Pelanggaran-pelanggaran itu antara lain: tentara Min Aung Hlaing memberi stempel pada bayi saat bayi itu baru lahir, membunuh bayi yang menangis karena haus ketika mereka memerkosa ibu si bayi, dan menembak anak-anak dari belakang saat bocah-bocah itu lari dari desa mereka yang terbakar. Tak pelak, Jenderal Min Aung Hlaing dianggap sebagai hambatan terbesar bagi Myanmar. Mimpi memperbaiki HAM, melakukan reformasi demokratis, dan mewujudkan kedamaian, seolah terbang terbawa angin.

“Revolusi demokrasi Myanmar gagal total. Kini kami malah memiliki ‘Neo-Nazisme’,” kata Kyaw Win. Pegawai negeri di bawah kendali Min Aung Hlaing, menurut Farmaner dalam tulisannya di Hufftington Post, menjegal reformasi dan kebijakan buatan pemerintah (baca: Suu Kyi). Sang jenderal pula yang menyandera dana kesehatan dan pendidikan negara dengan berkeras memperoleh alokasi anggaran besar untuk militer. Maka, modernisasi negeri, peningkatan pendidikan bagi rakyat, dan pelayanan kesehatan layak, masih mimpi belaka bagi Myanmar.

Bukan itu saja, Min Aung Hlaing juga mengancam keseluruhan proses perdamaian dengan menekankan pada sikap garis keras yang tak dapat diterima oleh banyak organisasi etnis. Namun, entah bagaimana, ia kerap lolos dari sorotan internasional dan kritik langsung dunia. Pada krisis Rohingya tahun lalu, juga tahun ini tentunya, adalah Suu Kyi yang paling banyak disorot dan dicaci, bukan Jenderal Min Aung Hlaing yang punya tongkat komando atas tentaranya yang kalap membasmi Rohingya.#

#SaveRohingya

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1656675174344196&id=100000051895419

Rabu, 28 Juni 2017

Kisah dokter Tan

PRAKTEK YANG UNIK

Entah kharisma apa yang dimilikinya? Tapi pasiennya rata-rata gak ada yang ngeyel atau mengelak saat ditembak oleh Dr. Tan dengan pertanyaan yang tanarnya lebih mirip tuduhan! Habis mau ngeles gimana? Namanya kepengen sembuh, mending jujur kali ya? Tampaknya itu yang terbersit di pikiran mereka. Macam-macam 'tuduhan' beliau, mulai dari tidak patuh terhadap menu makan yang disepakati, kemalasan mereka menggerakkan tubuh seperti perintah, atau nekat mengkonsumsi bahan makanan yang dipantangkan bagi mereka.

Yang lebih kacau lagi, saat ia 'mengomeli' seorang pasiennya yang nampaknya terserang stroke dan telah berangsur sembuh namun masih enggan melepaskan diri dari tongkatnya. "Kalau tidak mau lepas dari tongkat ini, secara fisik dan mental kamu merusak tubuh kamu sendiri, coba lepas tongkat itu, lepas!" Saat dilihatnya sang pasien nampak ragu berdiri tanpa ditopang tongkat tersebut. Kemudian Dr. Tan berbicara macam-macam ke pasiennya untuk menggambarkan kondisi buruk yang mungkin terjadi apabila ia bergantung pada tongkat tersebut, mulai dari penurunan fungsi otot, organ yang terganggu sampai ke masalah psikis di mana ia suatu saat akan menyalahkan lingkungan, mulai dari orang sekitarnya hingga ke anak-anak yang dianggap tidak memperhatikan dirinya. Entah semburan kalimat itu begitu bombastis atau mengandung mantra, hehe, mendadak sang pasien mampu berdiri tanpa masalah walau tongkat itu telah dilepas.

"Lihat kan! Apa rasanya berdiri tanpa tongkat? Tidak jatuh kan?" tukas dr. Tan puas.

INTEROGASI
Di ruang praktek beliau dengan belasan pasien. Walau bersesak-sesakan di ruang yang kecil, namun tidak ada satupun pasien mengeluh atau protes. Di sini Dr. Tan, langsung berbicara "Silahkan mengenalkan diri masing-masing dan keluhannya, tapi ingat! Ini bukan ajang curahan hati, cukup kenalkan, sisanya biarkan saya yang berbicara!". Wuih, teknik yang unik.

Perlahan-lahan satu persatu pasien berbicara. Memperkenalkan diri dan kondisi masing-masing. Dr. Tan mendengarkan dengan seksama, lalu ia memberondong pasien tersebut dengan pertanyaan yang sifatnya personal terkait kondisi kesehatan mereka.

Dr. Tan : "Kenapa Anda kesini?"
Pasien : "Saya merasa obesitas, dok.."
Dr. Tan : "Kenapa obesitas?"
Pasien : "Karena keturunan di keluarga saya.."
Dr. Tan : "Nonsens! Kenapa?!" mulai meninggi nadanya
Pasien : "Ngg.. Anu, mm.. makan saya banyak" mulai terintimidasi
Dr. Tan : "Kalau makan bener, banyak juga gak pa-pa! Kenapa?!"
Pasien : "Saya suka makan yang manis-manis, dok"
Dr. Tan : "Nah, itu dia.. Persis!" manggut-manggut puas

"Jangan pernah ada yang bilang, kalau kalian itu sakit karena keturunan, itu mayoritas bohong! Sedikit sekali penyakit yang menurun karena genetika, sedikit!" setelah itu Dr. Tan, dengan gaya yang sangat ekspresif memukul meja di depan dan kemudian mencolokkan jari-jari tangannya ke mulut. "Ini yang membuat penyakit seakan-akan muncul di keluarga sebagai penyakit turunan..." katanya setengah membeliakkan matanya "Keluarga, meja makan dan apa yang kalian makan di sana!".

Atau ini..

Dr. Tan : "Kenapa pak?"
Pasien : "Saya darah tinggi, dok.."
Dr. Tan : "Berapa?"
Pasien : "Sekarang sih lagi minum obat jadi 120-80"
Dr. Tan : "Saya tanya nilai kamu, bukan nilai bikinan guru les!"
Pasien : "He?" bingung
Dr. Tan : "Itu kan bikinan dokter kamu? Bukan darah tinggimu.."
Pasien : "Hehe, iya dok.."
Dr. Tan : "Jadi kalau guru lesmu matek, nilai kamu merah lagi?"
Pasien : Tambah bingung
Dr. Tan : "Udah berapa taun minum obat itu"
Pasien : "Lima tahun, dok"
Dr. Tan : "LIMA TAHUN?! Dan gak ada kemajuan, begitu-begitu saja?"
Pasien : "Iya dok, tapi memang gak pernah melonjak lagi.."
Dr. Tan : "Guob* sisan!!!" *membentak sembari memukul meja

Kemudian sambil marah-marah pada dirinya sendiri ia mengungkapkan keheranannya pada pasien yang mau saja berobat bertahun-tahun pada seorang dokter tapi tidak menunjukkan gejala perbaikan, hanya berada pada posisi stagnan. Dan pasien itu sudah cukup puas.

"Itu sebabnya pasien yang kena darah tinggi, 'matek'-nya rata-rata bukan karena darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek! Lha wong bertahun-tahun harus menelan racun. Yang konyol ya, pasiennya.. Kok mau? Dan dokternya juga.. Kok tega?"

Ia menuding lagi ke bapak pasien darah tinggi tadi. "5 tahun ke dokter itu, pernah ndak, bapak dikasih tau, kenapa sakit darah tinggi bisa terjadi? Dan apa langkah pencegahannya agar tidak sampai sakit, selain minum obat?" Ketika sang bapak menggeleng, Dr. Tan menghembuskan nafas kesal dan membanting tubuhnya ke senderan kursi.

"Persis! Guo* tenan!"

BUKAN SPESIALIS
Tapi bukan berarti dokter satu ini lebih banyak mengomel dan memaki. Ia sangat taktis dalam memberikan penjelasan beragam penyakit yang diderita pasiennya. Begitu taktisnya sampai orang paling awam pun rasanya bisa mengerti dengan cukup mudah apa yang dimaksud oleh beliau. Bandingkan dengan mayoritas oknum dokter yang cuma mendengar keluhan pasien, tanpa melihat mata pasien, kemudian menuliskan resep, tanpa melihat mata, lalu mempersilahkan pasien keluar ruangan, masih dengan tanpa melihat mata.

Dr. Tan lain, ia bahkan memberikan bahasa tubuh yang sangat teatrikal untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mengalami masalah, ia juga tidak ragu-ragu berteriak kecewa, gembira atas reaksi juga jawaban pasien yang sesuai atau tidak dengan harapannya. Sebenarnya mengasyikan sekali melihat dokter satu ini saat berpraktek.

"Bawa saja, bagian tubuh Anda yang sakit itu ke bengkel Astra, minta dibetulin di sana, kalau sudah balikin dan pasang lagi" Tiba-tiba salah satu kalimat pedas Dr. Tan memutus lamunan saya. Ada apa nih?

"Salah satu puncak kegob***an dunia kedokteran adalah maraknya spesialisasi ini dan itu di sana-sini. Lalu pasien yang dateng ke mereka diperlakukan layaknya onderdil mobil, dikerjakan satu persatu apabila rusak, bukannya dilihat sebagai satu kesatuan sistem, kapan mau sembuh beneran?" Omelnya dengan nada sangat keras.

Kemudian ia menjelaskan secara sistematis, mengapa tubuh manusia tidak sepatutnya dilihat dari organ per organ. Penyumbatan koroner jantung misalnya, tidak bisa tidak, penyebabnya hampir 100 persen berasal dari makanan, tapi setiap kali pasien penderita jantung koroner pergi menjalani operasi bedah jantung, entah di pasang ring atau treatment lainnya, jarang sekali dokter jantung yang memberikan tuntunan panduan makan secara cermat kepada pasien. Paling-paling pekerjaan ini dilempar ke dokter ahli gizi, yang kita semua tahu mayoritas cuma bisa memberikan resep langsing bukannya resep untuk hidup sehat.

(Kalau yang satu ini saya punya pengalaman pribadi, waktu diajak bekerja sama oleh salah satu dokter gizi kondang di Jakarta. Waktu saya sodorkan pola makan anti stres dengan manipulasi bahan makanan terkait dengan produksi zatneurotransmitter. Dokter itu terbengong-bengong, "Wah, saya mah taunya cuma bikin orang langsing doang. Gak tau nih begini-beginian?" Yak ampun? Saya ini bukan ahli gizi, mosok lebih tau konsep food therapy ketimbang dia?)

Jadi kembali ke kasus Dr. Tan tadi. Bagaimana seorang pasien bisa sembuh secara paripurna, kalau dokternya aja saling lempar-lemparan kasus? Ia sekali lagi memaki konsep spesialisisasi secara sembarang di dunia kedokteran.

"Makanya kalau ada orang tanya saya ini spesialisasi apa? Saya jawab, saya bukan mekanik bengkel, saya dokter!" Ini adalah salah satu kalimat pedas dari beliau yang diucapkan saat dulu pertama bertemu saya.

MAKAN SEHAT & BERGERAK
Akhirnya Dr. Tan memberikan resep sehat bagi setiap pasiennya. Bukan, beliau bukan mencatat kalimat-kalimat berbahasa latin untuk diteruskan ke apoteker dan diubah menjadi tablet, pil, salep atau obat cair, tidak! Resep yang ditulis oleh Dr. Tan, jangankan seorang apoteker, seorang tukang sayur yang biasa mampir ke rumah Anda pagi-pagi pun bisa mengerti.

"Jangan ada yang protes, makanan yang saya rujuk ini bisa membuat Anda menikmati hidup atau tidak! Kalau mau sembuh, ya? Anda-Anda ini terlihat sekali adalah orang yang sudah hampir seumur hidup menikmati hidup dengan memanjakan lidah ke makanan yang enak, tapi salah!" Dr. Tan sudah menekankan konsep ini di awal pemberian resep hidup sehatnya.

"Sekarang Anda harus membayar harga nikmat tapi mematikan tersebut dengan berdisiplin mengikuti apa yang saya berikan" Tukasnya dengan tatapan tajam.

Apa yang diminta oleh Dr. Tan sangatlah sederhana untuk dimengerti dan dilakukan, tapi bagi para so called 'penikmat hidup', pastilah sangat berat untuk dituruti. Saran beliau :

1. "tidak ada gula!"
Orang sering dengan bodohnya mengira bahwa penumpukan lemak itu lahir akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Padahal Dr. Tan mengatakan, "Manusia itu punya threshold untuk lemak, yaitu rasa mual dan muak. Jarang ada manusia yang mengkonsumsi lemak lebih banyak dari kemampuan tubuhnya menerima". Penumpukan lemak dalam tubuh kita, mayoritas lebih kepada konsumsi gula yang berlebihan dalam segala bentuk. Kandungan gula yang terlalu tinggi membuat tubuh mengeluarkan insulin berlebihan untuk menormalkan lonjakan gula darah dan mengakibatkan kelenjar pankreas lelah. Kerusakan pankreas membuat penyakit degeneratif yang sangat populer, Diabetes.

2. "buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat"
"Berhenti makan beras, tepung atau sumber karbohidrat umum lainnya! Kalau Tuhan mau kita makan beras, kita sudah dikasih tembolok dari lahir!" Masih terkait dengan apa yang diutarakan sebagai konsumsi gula berlebihan, Dr. Tan menekankan pada karbohidrat akan berubah menjadi gula, dimana cadangan gula yang berlebihan akan segera ditransformasikan oleh tubuh dalam bentuk glikogen (disimpan dalam hati - otot) serta trigliserida (lemak). Angka trigliserida tinggi adalah sumber obesitas yang sekarang semakin marak menyerang kehidupan manusia.

"Jangan panik, dengan bilang, kalau gak makan nasi badan saya lemas" Tukasnya sebelum ada pasien yang protes. "Tubuh Anda membangun kebiasaan, bukan memenuhi kebutuhan. Pernah liat orang yang habis makan, makanan Padang? Setelah dua jam, bukannya semakin kuat, mereka malah menjadi mengantuk! So, Anda bilang Anda lemas, kalau tidak makan nasi?"

Dr. Tan memberikan daftar penggantinya segera. Buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat. Ia menyajikan urutan buah-buah yang memiliki kandungan fructose -gula alami buah- aman. Ia juga menekankan cara menyajikan sayuran yang baik.

"Jangan bilang Anda sudah makan sayur kalau yang dimakan sayur bening atau sayur cap cay, itu bukan sayur, itu sampah dalam bentuk sayur!" Ucapnya dalam nada tinggi. "Sayur dimasak sudah pasti enzyme-nya mati, gak ada gunanya buat tubuh, paling cuma serat-seratnya aja. Makan sayuran mentah yang dicuci bersih, kalau takut sama petsisida, ya beli yang organic atau tanam sendiri di depan rumah!"

3. tidak ada susu binatang
"Sapi itu begitu anaknya sudah bisa berjalan, ia akan segera berenti menyusui dan membiarkan anaknya mencari makan sendiri, manusia itu satu-satunya species yang cukup gob*** untuk mati-matian mencari susu spesies lain dan merasa membutuhkannya". 

Ia kemudian menyambung lagi, "Anak kecil di atas usia 2 tahun dipaksa minum susu, orang tuanya tidak sadar bahwa anak itu akan mengalami kesulitan pencernaan, karena cadangan enzyme-nya akan terkuras untuk mencerna bahan makanan yang semestinya tidak ia konsumsi lagi". Pendapat yang sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Hiromi Shinya tentang Enzyme pangkal atau miskonsepsi dimana intoleransi laktosa kadang dianggap tidak ada saat sang anak tidak mencret waktu minum susu. Padahal sang anak menunjukan gejala alergi lain, infeksi kulit, eksim, gatal-gatal, sembelit, obesitas, mudah terserang penyakit hingga asma.

Saya sih sudah tahu persis fakta bahaya susu sapi. Dari sisilactose intolerant, casein, non absorb calcium juga gak ada guna-gunanya sedikitpun bagi tubuh. Tapi orang lain? Fakta satu ini membuat mereka terkaget-kaget. Maklum jor-joran uang yang digelontorkan pabrikan susu memang membuat kampanye kebutuhan manusia terhadap cairan produksi binatang ini terasa begitu membahana dan menguasai kehidupan kita.

"Kurang apa kalau kita gak minum susu? Kalsium? Bohong pabrikan itu, kalau gak minum susu kita kekurangan kalsium. Kalsium di susu sapi gak bisa diserap tubuh manusia, titik!" Ia kemudian menunjukan fakta kelicikan produsen susu untuk berkelit dari upaya penipuan saat orang yang minum susu tetap terserang osteoporosis. "Pasti ada tulisan kecil, sangat kecil, di salah satu sudut kotak atau kaleng susu, yang menuliskan kalimat semacam 'Harus disertai dengan aktivitas fisik yang rutin', jadi mereka bisa mengelak dari pasal penipuan ke masyarakat". Ia juga menertawakan satu produsen susu sapi yang begitu gencar memasarkan produk susu kalsium tapi diembel-embeli dengan kalimat 'berjalan 10.000 langkah perhari'. "Anda mau nyuruh kakek-nenek yang renta berjalan 10 kilometer sehari? Gak keropos bener, tapi yang ada mereka matek, kecape'an" ujarnya dengan logat Jawa sangat kental.

4. banyak bergerak.
Sistem limfatik tubuh cuma bisa berfungsi kalau kita bergerak dengan baik.

usaha mati-matian di satu sisi tapi melewatkan sisi yang lain, adalah upaya yang kadang tidak membuahkan hasil maksimal. Menjaga makanan tanpa pernah aktif menggerakan tubuh secara benar akan membuat fitalitas kita terganggu. Demikian pula hal sebaliknya.

KESEMBUHAN HAKIKI
Dr. Tan ini Berhadapan dengan segerombolan pasien yang telah menyia-nyiakan kesehatan mereka dengan berbagai cara, ia harus berlaku keras dan kejam, untuk membuat pasiennya sadar dan mengubah gaya hidup mereka sesuai dengan kebutuhan. "Kita boleh dibilang galak dan saklek. Tapi kalau mau merubah kebiasaan buruk orang, kita gak boleh kompromi. Terserah mereka mau melakukan atau tidak, it's a matter of choice kok" Benar! If you don't like what we do, don't come to us, but if you think what we do can help you, so come!. Sederhana kan?

Kesehatan itu harus bersifat hakiki. Kalau kita sakit, harus dicari penyebabnya, bukan cuma gejalanya yang diatasi, itu bukan penyembuhan, tapi mengulur-ngulur permasalahan" Ia mengarahkan padangannya kepada bapak yang terkena darah tinggi tadi.

Dr. Tan Shot Yen
adalah salah satu ikon dunia kesehatan kelas utama di Indonesia, terutama saat pengobatan naturopati mulai mewabah akibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan konvensional. Metodenya yang unik namun ampuh membuat pasien beliau berkembang layaknya bilangan yang dipangkatkan dari waktu ke waktu. Belum lagi tulisan-tulisannya yang trengginas serta mengena bagi banyak pihak, membuat gaung nama beliau makin menggema di seantero jagad negeri ini. To make things even bolder, buku yang ditulisnya menjadi salah satu mega seller di negeri ini. Mega seller? Ya, kalau dihitung sebagai buku kesehatan, sebuah subjek non populer di negara ini. Sebuah bukti bahwa ilmu yang disandangnya dipandang sangat berguna oleh beragam pihak.

alamat praktek:
Komplek Perkantoran CBD - BSD City Sektor 3.3 Blok G No. 22
(Ruko Sebelah Teraskota) - Serpong
Telp. (021) 531 64347 atau hp. 0856 271 2067

Mohon maaf panjang banget, tapi sangat bermanfaat.👍👍🙏

Kamis, 22 Juni 2017

Si Jenius DWI HARTANTO calon penerus Mr. Crack Habibie

Tak menyangka ketika suatu siang hari, saat dirinya lagi asyik melakukan penelitian di laboratorium kampusnya di Belanda, ponselnya tiba-tiba berdering. Melihat nomor di layar, dia tahu bahwa nomor itu berasal dari luar negeri.

’’Si penelepon hanya bilang, Bapak ingin bertemu dengan Anda.
Saya sempat bingung, siapa Bapak yang dia maksud,’’ cerita Dwi ketika ditemui setelah pembukaan Visiting World Class Professor, forum pertemuan diaspora dari berbagai negara, di Jakarta, Senin (19/12).

Sambil memendam rasa penasaran, Dwi mencari tahu siapa ’’Bapak’’ yang ingin bertemu dirinya itu. Usut punya usut, ternyata orang yang menelepon tersebut adalah petugas protokoler mantan Presiden B.J. Habibie. Dan, yang dimaksud ’’Bapak’’ itu tak lain adalah BJ. Habibie sendiri yang di dunia Internasional dikenal dengan Mr.Crack.

Pria asal Jogjakarta tersebut sempat berpikir ada apa gerangan tokoh sekaliber Pak Habibie ingin menemui dirinya. Selang beberapa lama, pertemuan dua generasi antara Dwi Hartanto dan Habibie pun terlaksana awal Desember lalu. Pertemuan nonformal dan santai itu berlangsung di sebuah restoran di Den Haag, Belanda.

Tentu Dwi Hartanto bukan orang yang sembarang bila Ilmuwan sekaliber Habibie sampai begitu menggebu-gebu ingin menjumpainya di Belanda.Bagaimana tidak istimewa, saat ini Indonesia sedang merancang bangun pesawat tempur generasi 4,5 dengan negeri Korea yaitu KFX dan IFX, itu pun bila sukses sudah cukup mencengangkan dunia karena lompatan teknologi yang di tempuh para insinyur Indonesia di mata dunia.

Apalagi bila penemuan pesawat tempur generasi ke 6 yang sedang di kembangkan Dwi Hartanto di kembangkan juga di Indonesia.Padahal teknologi pesawat tempur paling canggih sekarang baru pada generasi ke 5 seperti yang dimiliki USA dan Rusia.Pesawat generasi ke 6 yang akan dikembangkan Dwi, akan mampu melesat dengan kecepatan tinggi di atas atmospir yang miskin oksigen, yang sebagian cirinya pesawat generasi ke 6 tanpa ekor di badannya dan bisa tanpa awak pengemudi yang dikendalikan dari darat.

Belum lama ini Dwi mendapat anugerah dan kesempatan untuk mengukir prestasi dan mengharumkan Ibu Pertiwi lagi dengan menapakkan kaki di podium tertinggi dalam ajang prestigious kompetisi riset teknologi antar Space Agency (Lembaga Penerbangan dan Antariksa) dari seluruh dunia di Cologne, Jerman. Kompetisi prestigious antar space agency tersebut diikuti oleh ilmuwan-ilmuwan perwakilan space agency masing-masing negara, antara lain; ESA (Eropa), NASA (Amerika), DLR (ESA/ Jerman), ESTEC (ESA/ Belanda), JAXA (Jepang), UKSA (Inggris), CSA (Kanada), KARI (Korea), AEB (Brazil), INTA (Spanyol), dan negara-negara maju lainnya.

Kompetisi riset tersebut tergolong prestigious karena selain merupakan “privacy-based space agency research competition”, kompetisi tersebut juga menghadirkan topik-topik riset dengan teknologi tinggi (pinnacle of technology category) dan tahapan seleksi masuknya juga tidak mudah. Sebelum masuk ke tahap final di Cologne, Jerman, para ilmuwan harus melewati tahap seleksi internal di masing-masing space agency. Top 3 dari masing-masing space agency berhak mengikuti tahap final yang dibagi dalam 3 kategori atau topik yang berbeda, yaitu: Spacecraft Technology, Earth Observation dan Life Support Systems in Space. Dwi Hartanto menjuarai bidang kategori riset Spacecraft Technology dengan judul riset “Lethal weapon in the sky” atau “Senjata yang mematikan di angkasa”. Dari hasil riset tersebut, beberapa teknologi utama sudah berhasil ia patenkan bersama timnya.

“Sesuai dengan judul dalam risetnya, saya dan team mengembangkan pesawat tempur modern yang disebut sebagai pesawat tempur generasi ke-6 (6th generation fighter jet). Berawal dari keberhasilan saya dan team saat diminta untuk membantu mengembangkan pesawat tempur EuroTyphoon di Airbus Space and Defence menjadi EuroTyphoon NG (Next Generation/ yang sekarang dalam tahap testing tahap akhir) yang mampunyai kemampuan tempur jauh lebih canggih dari generasi sebelumnya dari segi engine performance, kecepatan, aerodinamik serta teknologi (avionik) tempurnya. Keberhasilan tersebut membawa saya dan team untuk meneruskan perkembangan teknologi pesawat tempur ke level berikutnya yang digadang bakal menjadi “era pertempuran pesawat abad baru,” demikian penjelasan Dwi yang gelar bachelornya ia dapatkan dari Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Dengan berbekal penguasaan tekonologi yang mendalam dan matang dalam bidang roket dan jet teknologi, Dwi dan timnya berhasil mengembangkan engine pesawat tempur modern yang mereka sebut dengan “hybrid air-breathing rocket engine”.

Teknologi baru tersebut memungkinkan pesawat tempur generasi ke-6 yang sedang mereka kembangkan untuk melesat di dalam jangkauan atmosfir bumi dan near-space (jangkaun di luar atmosfir, yang tipikal jet tempur generasi sebelumnya tidak dapat terbang karena keterbatasan oksigen). Teknologi ini sangat berbeda dengan teknologi mesin jet lainnya seperti SABRE (Synergistic Air-Breathing Rocket Engine) maupun tipikal Scramjet/ Ramjet konvensional yang masih bermasalah dalam thrust-to-weight ratio serta pengendalian energy yang dihasilkan.

Hybrid air-breathing rocket engine yang mereka kembangkan tersebut mampu beroperasi bergantian dari mode penerbangan level atomosfir ke mode penerbangan near-space atau sebaliknya dengan kecepatan hypersonic (Mach 7-8), yang tentu saja mengalahkan engine performance dan kecepetan pesawat-pesawat tempur generasi ke-5 yang hanya mengandalkan teknologi “afterburner” konvensional.

Ketika ditanya tentang pengalaman yang membanggakan ini, Dwi pun menambahkan: “ada sesuatu yang menarik dari pengalaman ini, yaitu sesaat selepas presentasi, bahkan sebelum saya sempat kembali ke tempat duduk, ada beberapa orang sedang menunggu dan menghampiri saya dengan raut muka sangat serius yang sempet membuat saya bertanya-tanya dalam hati beberapa saat.

Ternyata beberapa orang tersebut adalah perwakilan dari Lockheed Martin dan NASA/ JPL yang tertarik dengan teknologi yang sedang saya dan team kembangkan dan menawarkan kerjasama strategis untuk bersedia masuk dalam program transfer teknologi untuk membantu mengembangkan project di tempat mereka. Permintaan organisasi kedirgantraan dan perusahaan besar tersebut sedang didiskusikan di level internal ESA dan Airbus Defence and Space karena saya juga berafiliasi dengan perusahaan tersebut, yang notabene adalah saingan dari Lockheed Martin, perusahaan pesawat tempur dari Amerika Serikat.”

Setelah berbincang-bincang tentang teknologi terbaru, Habibie meminta Dwi bersedia membantu negara untuk meningkatkan mutu pendidikan teknologi terbarukan. Dwi pun menyanggupi permintaan pakar pesawat terbang tersebut. Karena itu, dia bersedia pulang untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan stakeholder pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga curhat soal kegetolan pemerintah Belanda menawari dirinya paspor Negeri Kincir Angin. Sejauh ini, doktor bidang aerospace engineering itu mampu menolak dengan halus.

’’Pak Habibie bilang, kalau pemerintah Belanda masih menawari lagi, apalagi mengintimidasi saya disuruh melapor ke beliau. biar beliau yang menghadapi pemerintah Belanda,’’ kenang Dwi.

Habibie mewanti-wanti agar Dwi tetap mempertahankan identitas kewarganegaraannya. Jangan sampai mau pindah kewarganegaraan di Belanda. Perkara berkarya membantu perusahaan internasional atau bahkan membantu pemerintah Belanda, itu sah-sah saja sebagai profesional.

’’Kamu jangan sampai mencabut jati diri dan kewarganegaraan Indonesia-mu,’’ pesan Habibie.Apalagi mengingat kejadian ketika IPTN gulung tikar Amerika dan Eropa serasa mendapat durian runtuk ketika para insyinyur Indonesia pada diaspora kesana, dan beberapa orang sekarang menjadi top management di Eropa dan USA.

Wanti-wanti Habibie itu menguatkan pesan yang disampaikan orang tua Dwi. Setiap pulang ke Jogja, misalnya saat Lebaran, orang tuanya selalu berpesan supaya Dwi tidak lupa asal muasalnya Indonesia.

Pria 28 tahun yang sebentar lagi bergelar profesor itu menyatakan, gencarnya tawaran berpaspor Belanda itu muncul karena riset yang dilakukan sangat sensitif. Riset-riset Dwi bersama para guru besar dari Technische Universiteit (TU) Delft selama ini menggarap bidang national security Kementerian Pertahanan Belanda, European Space Agency (ESA), NASA, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), serta Airbus Defence.

Salah satu riset sensitif yang dia garap adalah teknologi roket untuk militer dan misi luar angkasa. Dwi juga menggarap satelit untuk riset luar angkasa serta pertahanan dan keamanan (hankam). Dia terlibat pula dalam penyempurnaan teknologi pesawat tempur Eurofighter Typhoon generasi anyar milik Airbus Defence.

’’Riset bidang itu kan sensitif sekali jika digarap orang dari negara lain,’’ kata ilmuwan muda jenius tersebut.

Kasarannya, potensi untuk menjual hasil riset ke pesaing usaha atau membocorkan pertahanan Belanda ke negara lain sangat memungkinkan. Karena itulah, Dwi berkali-kali ditawari untuk pindah kewarganegaraan Belanda.

Dari riset-riset yang dilakukan, Dwi telah mengantongi tiga paten di bidang spacecraft technology. Sayang, dia terikat kontrak untuk merahasiakan paten tersebut. Dia tidak bisa membeberkan tiga paten itu karena terkait dengan program strategis.

Dia mengaku cukup dilematis saat menolak tawaran pindah kewarganegaraan tersebut. Sebab, biaya kuliah S-2 dan S-3 Dwi di TU Delft dibiayai pemerintah Belanda. Dia tidak ingin dicap sebagai ilmuan yang tidak bisa berterima kasih kepada pihak yang membiayai kuliahnya.

Sarjana Tokyo Institute of Technology itu menegaskan, dirinya tidak memiliki tip khusus saat belajar sehingga mampu meraih gelar doktor dalam usia muda. Menurut dia, kunci utamanya adalah harus memiliki interest atau ketertarikan pada bidang yang digeluti. ’’Butuh lebih dari passion,’’ ungkapnya.

Dia mencontohkan, ketika menggarap roket pada 2015, dirinya hanya sempat tidur 2–3 jam. Waktunya habis untuk melakukan riset-riset di laboratorium. Apalagi, risetnya memerlukan perhatian khusus karena terkait dengan kemampuan high qualified. ’’Sama-sama berbasis teknologi.

Bekal lain yang dimiliki Dwi adalah kemampuan di bidang matematika dan fisika. Saat duduk di bangku sekolah, bungsu dua bersaudara itu memang hobi astronomi. Kemampuan menguasai matematika dan fisika itulah yang mengantarkannya menjadi calon profesor di bidang aerospace engineering dalam usia yang terbilang masih muda.
(Sumber Batampos.co.id dan Netralitas.com)

Senin, 30 Januari 2017

SIAPAKAH ANONYMOUS ITU??

ANONYMOUS ADALAH KOMUNITAS HACKER INTERNATIONAL YANG SERING MEMBONGKAR KASUS2 PARA POLITIKUS & TOKOH2 AGAMA, JUGA PERUSAHAAN2 KAPITALIS DUNIA.

ANONYMOUS bukan individu tertentu melainkan sebuah kelompok Hackers & Crackers yang tergabung dari individu2 yang se Visi dari berbagai belahan dunia. Hacker2 Anonymous asal Indonesia termasuk salah satu anggota paling aktif.

Untuk menjadi anggotanya tidaklah mudah. Menggunakan jaringan yang sangat acak dengan sel2 terputus membuat mereka tak terlacak hingga hari ini. Email2 yang mereka gunakan bahkan berganti address tiap 2-3 menit, mereka selalu hilang sebelum portal loop terbuka sempurna dengan hanya meninggalkan jejak2 digital yang tak berarti. Tak kurang dari Presiden Amerika, Pemerintah Israel, hingga Perdana menteri Singapore dibuat naik pitam oleh ulah mereka.

Kelompok ini mempunyai semacam struktur organisasi tak terpusat dengan beberapa underbow mereka di banyak negara yang bernama sama, yakni ANONYMOUS. Hanya inisial digital terenkripsi yang mereka sendiri yang tahu untuk memahami asal aktivitas anggota mereka.

ANONYMOUS mendapat reputasi mereka yang melegenda karena serangan Anti Zionist mereka yang mampu membobol sistem pertahanan digital Israel, membombardir situs2 pemerintahan Amerika, Singapura, hingga Jerman. Mereka bahkan mampu menyerang lalu lintas sistem transaksi Visa/Mastercard dan meramalkan beberapa serangan simpatisan ISIS di Indonesia.

Membongkar skandal tokoh2 politik busuk dan tokoh2 agama yang munafik termasuk salah satu kesukaan mereka. Mulai dari kasus Pendeta di Gereja Baptis hingga Habib Rizieq FPI pun dibongkar kasusnya dengan Sadis. Mereka juga sedang merencanakan serangan terhadap Donald Trump & sistem keamanan Gedung Putih Amerika.

Kelompok ini hampir tak pernah meleset dalam aksinya. Skandal2 apapun yang mereka ungkap biasanya selalu sempurna tanpa cacat & hampir bisa dipastikan bukan Hoax.

Karena itu, dalam kasus Habib Rizieq yang mereka bongkar kali ini, saya sungguh kuatir jika Anonymous benar. Tentu hal ini bisa menjadi beban sungguh berat bagi beliau.

Sebagaimana informasi yang beredar. Kasus Habib Rizieq & Firsa Husein diawali dengan ditangkapnya 11 terduga makar beberapa waktu lalu. Saat itu HP para terduga disita dan diperiksa. Dalam HP Firsa Husein ditemukan sejumlah informasi transaksi mencurigakan yang membuat pihak Kepolisian menduga Firsa Husein adalah pengumpul dana bagi rencana aksi makar tsb.

Ada informasi beredar yang menyebutkan bahwa polisi menemukan bukti rekaman asusila Habib Rizieq-Firsa Husein tsb di HP Firsa. Namun faktanya, ANONYMOUS sudah meretas jalur komunikasi Firza sejak pertengahan 2016, jauh sebelum polisi menemukan bukti2 tsb di akhir 2016. Jadi hampir mustahil jika polisi yang membongkarnya. Polisi sepertinya justru tak ingin membongkarnya karena tak menginginkan terjadi kegaduhan di masyarakat. Jadi, menurut saya pihak Polri bersih dalam hal ini.

Sekarang, ANONYMOUS sedang menunggu response dari Habib Rizieq mengenai hal ini. Apakah Habib Rizieq akan mengakui atau menyangkalnya. ANONYMOUS telah melakukan tantangan terbuka kepada Imam besar FPI ini dan berjanji akan menuntaskannya dengan episode2 berikutnya jika Habib Rizieq menyangkalnya. Yang jelas, dari reputasi ANONYMOUS yang melegenda selama ini, tak satupun tokoh politik & agama yang nekat menyangkali perbuatannya, sanggup berdiri tegak menghadapi bombardir ANONYMOUS. Sebab ANONYMOUS bukan musuh yang bisa terlihat secara kasat mata.

Hanya orang jujur & bersih yang mampu mengalahkan ANONYMOUS.

Kita tunggu saja apa kejutan2 yang akan dimunculkan oleh ANONYMOUS pada episode2 berikutnya dari kasus yang sedang viral ini.

(Philips Trainer)

===

Minggu, 29 Januari 2017

Siapakah Anies Baswedan?

Kampanye Pilkada ini membuat saya terpana dengan karakter Anies Baswedan, siapakah dia?

Apakah dia seorang yang sebelum Pilkada ini, kelihatan mempunyai karakter: intelektual Islam yang moderat, terbuka dan inklusif, santun, cerdas, mempunyai fikiran bernas dengan ide-ide cemerlang, yang selalu mampu mengutarakan fikirannya dengan kalimat yang jernih? Seorang intelektual Islam yang menganut keberagaman, paham Islam rahmatan lil alamin, seorang demokrat sejati, anti kekerasan dan anti diskriminasi? Seorang yang selalu tersenyum, ganteng, tulus, ikhlas, rendah hati,  dengan air muka jernih?

Itu adalah karakter Anies yang muncul ke publik yang membuat dia populer di kalangan menengah atas dan Islan moderat yang terdidik, termasuk saya, sebelum konvensi Partai Demokrat tahun 2013-2014 dan sebelum menjadi Cagub DKI. Anies yang saya kagumi, yang saya iri karena kemampuannya bertutur dan mengemukakan fikirannya secara jernih, runtut dan dingin, dibandingkan saya yang selalu menggebu-gebu dan meledak meletus.

Saat ini, karakter di atas hilang.
Sekarang, Anies adalah seorang Calon Gubernur yang mendukung Islam eksklusif garis keras, dengan pernyataan yang sepakat dgn FPI, menggunakan kata-kata santun tapi tidak cerdas,  fikirannya tidak bernas dengan ide-ide yang tidak cemerlang, masih pandai berkata-kata, tetapi kejernihan pandangannya hilang, dan yang paling parah,  tidak mengkritik dan menentang aksi Islam garis keras yang dilakukan FPI atau HTI. Intelektual Anies yang Islam moderat, inklusif nusantara, sekarang bersekutu dengan  Rizieq yg berpaham syariah dan khilafah dan diskriminatif, yang dulu dia kritik, dan bersedia merangkak kepada Rizieq demi dukungan menjadi Gubernur. Seorang Calon Gubernur yang membangun koalisi dengan Calon Gubernur Islam lainnya demi mencegah petahana yang non Islam terpilih kembali (diskriminasi terhadap non-Islam).

Sekarang Anies bukan tersenyum tulus tetapi senyum dipaksakan sehingga terasa dan terlihat seperti menyeringai dengan air muka yang memendam kebencian dan kemarahan, entah kepada siapa.

Anies yang Calon Gubernur  sudah kehilangan ide-ide cemerlang, dan hanya menjadi medioker saja.  Menjual ide partisipatif tanpa kerangka kerja dan mekanisme yang jelas, mengeksploitir issu relokasi, menuduh lawannya menerapkan kepemimpinan yang menebar ketakutan alias diktator, dan menyerang karakter seseorang secara sangat arogan, tidak etis dan sengit.

Kata-kata: kopiah pilih kopiah, hentikan dan pulangkan petahana, pemimpin yang menebar ketakutan, meminggirkan rakyat miskin, menggusur tanpa hati, diucapkan dengan mimik wajah marah dan penuh kebencian. Menyindir dan mengkritik dengan bahasa tubuh dan pandangan mata serta sikap mulut dan bibir yang ngenyek dan bengis.

Sungguh saya sangat terkejut dengan perubahan yg demikian cepat, dari tengah ke kanan dari manis dan santun menjadi keras dan bengis. Teman-teman yang dulu sangat dekat mendukung  Anies secara total dan menangis sewaktu dia diberhentikan sebagai Menteri Pendidikan sangat terkejut dengan perubahan karakter Anies Baswedan yang dipertontonkan ke publik saat ini, yang seperti siang dan malam dengan karakter yang dipertontonkan sebelumnya. 

Jadi siapakah Anies yang sebenarnya? Apakah selama ini dia menipu publik dengan tulisan dan ceramah-ceramahnya dan sikapnya yang santun dan manis?

Apakah dia seorang bunglon yang berubah warnanya sesuai tempatnya berada untuk mempertahankan diri,  atau seorang machiavellis yang menghalalkan segala cara untuk berkuasa, atau seorang manipulator publik dengan ideologi kebangsaan yang dia sendiri tidak seratus persen percaya?

Saya fikir dia lebih kepada bunglon, menggunakan kamuflase  sesuai lingkungan  yang dia butuhkan. Menggunakan jargon-jargon yang disukai tergantung dari publik mana yang dia butuhkan dukungannya. Sekarang selubung itu sudah terbuka. Untuk menang dalam Pilgub Jakarta, Anies   mengorbankan prinsip dan ideologi yg dia khotbahkan kepada khalayak dulunya seperti Merajut Tenun Bangsa dan merangkul jargon-jargon baru yang bertolak belakang dengan jargon sebelumnya. Anies  bahkan mempunyai kemampuan untuk memutar balikkan fakta dan menciptakan fakta baru tanpa malu-malu (rapor DKI merah, APM Jakut lebih rendah dari APM Biak, menyingkirkan rakyat miskin, hasil kerja petahana adalah warisan dari dulu, dsb). Anies kehilangan intelektualitasnya dengan  menutup mata terhadap penghargaan berbagai penghargaan yg diterima DKI, perubahan kasat mata yg terlihat gamblang di lingkungan DKI, perubahan sikap PNS DKI menjadi berorientasi pelayanan, dsb dan prestasi-prestasi lainnya. Intelektual harus mampu melihat sisi positif dan negatif, tetapi Anies memilih hanya melihat sisi negatif dan mikro, karena dia intelektual bunglon.

Artinya bunglon tidak punya prinsip, tidak konsisten, tidak berani melawan frontal tetapi mempertahankan diri dengan membuat kamuflase. Bunglon berubah untuk survival dirinya sendiri, bukan untuk prinsip dan ideologi dan bukan untuk kemaslahatan umat. Walaupun harus menipu publik.

Saya secara pribadi tidak bisa memaafkan, karena merasa ditipu setelah dia bergabung dengan FPI. Tulisan Merajut Tenun Bangsa itu adalah salah satu tulisan terindah mengenai kebhinekaan Indonesia, dan dia khianati begitu dia bersekutu dengan FPI.

Kalau dia dengan gampang meninggalkan prinsip dan ideologi yang dia khotbahkan dulu dan bersekutu dengan pihak yang saat ini menggerogoti prinsip dan ideogi yang dulu diperjuangkan, maka bukan tidak mungkin dia akan merubah prinsip dan ideologi yang dia jual sekarang untuk memenangkan Pilgub.
Kita perlu kritis bertanya:
1. Apakah dia akan mendukung FPI jika Rizieq minta agar Gubernur mengeluarkan Perda DKI yang mendukung NKRI bersyariah?
2. Apakah dia akan melawan anggota DPR DKI untuk menggolkan proyek-proyek tertentu yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip yang dia anut demi mendapatkan dukungan DPRD untuk RAPBDnya?
3. Apakah dia akan mengembalikan dukungan finansial kepada ormas-ormas yg mempromosikan eksklusivitas SARA  dan melakukan tindak kekerasan?
4. Apakah dia akan tetap konsisten tidak menggusur, tidak merelokasi, menghentikan reklamasi  padahal situasi lapangan tidak memungkinkan dan menghadapi resiko dilengserkan dan gugatan di pengadilan?
5. Pertanyaan yang paling besar buat saya, walaupun dia anti korupsi, tetapi dengan rekam jejak Anies yang bunglon, apakah dia mampu melawan mafia anggaran, mafia tanah dan mafia pembangunan lainya?
6. Sebagai bunglon, Anies akan memberikan janji apapun kepada warga DKI untuk terpilih sebagai Pilgub, tetapi  adakah garansi bahwa janji itu akan dipenuhi begitu dia terpilih sebagai Gubernur, karena bunglon pasti tidak konsisten.
7. Apakah dia mampu untuk menerapkan terobosan-terobosan dalam membangun Jakarta dan memenuhi kebutuhan rakyat DKI dengan kemampuan anggaran dan peraturan pemerintah yg sangat mengikat? 

Akhir kata, apakah seorang bunglon mampu memimpin Jakarta?

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208570947727274&id=1116340420

Rabu, 25 Januari 2017

BUKAN KISAH UANG PALU ARIT

Sebutlah anda seorang koruptor atau pelaku kejahatan keuangan yang masih tradisional. Anda tak tahu apa bagaimana cara mencuci uang lewat perusahaan cangkang di Panama, atau mencucinya lewat crypto currency. Uang anda ini bisa berasal dari berbagai sumber: korupsi, penjualan narkoba atau senjata, penggelapan, atau menghindari pajak. Istilahnya 'black money' atau 'uang gelap'.
.
Anda tak bisa menyetorkan uang ke bank, karena pasti akan ketahuan aparat dan petugas pajak. Selain itu anda perlu mendistribusikan uang tersebut ke pihak lain secara sederhana, sedikit demi sedikit tanpa menimbulkan kecurigaan. Maka yang paling mungkin adalah anda tumpuk dan timbun uang itu, di satu tempat atau tempat terpisah. Jumlahnya sudah tak karuan lagi.
.
Pada suatu hari, kepala negara dan otoritas bank sentral negara anda mengumumkan: menarik semua mata uang pecahan lama, dan menggantinya dengan pecahan baru. Anda hanya diberikan waktu 50 hari untuk menukar. Lebih dari itu uang lama tidak akan berlaku lagi.
.
Pastilah anda panik. Bagaimana pula cara menukarkan uang tunai sebanyak itu dalam waktu singkat dan tidak terdeteksi otoritas? Kalau anda bawa uang tunai Rp 1 miliar ke bank untuk ditukarkan ke mata uang baru, pastilah dimintai identitas minimal KTP. Sukur2 bukan NPWP. Kalau timbunan uang anda hanya Rp 1 miliar sih tidak masalah. Tapi kalau sudah puluhan atau ratusan miliar, atau bahkan triliunan bila digabung dengan para sejawat anda yang lain, anda pasti frustasi. Apalagi makin hari makin canggih sistem dan teknologi pelacakan uang menggunakan nomor seri.
.
Itulah yang terjadi di India akhir tahun kemarin ketika PM India Narendra Modi hendak memberangus tindak pidana pencucian uang, penggelapan, korupsi, penggelapan pajak dan peredaran uang palsu. Pecahan 500 dan 1.000 rupee dinyatakan tidak berlaku lagi. Istilahnya demonetisasi.
.
Tentu menimbulkan gejolak dan protes, karena hanya diberi waktu 50 hari untuk penukaran. Orang2 kaya mengakalinya lewat kerjasama dengan orang miskin agar bisa meminjam rekening sebagai perantara. Banyak juga yang bergegas ke toko perhiasan dan butik, memohon agar uang pecahan lama mereka bisa diterima. Ada juga yang mengakali dengan cara membayar upah pekerja atau layanan jasa di depan secara sekaligus untuk satu tahun. Tak sedikit pula yang pasrah dan menerima uang mereka tak lebih berharga dibanding tisu toilet. Bahkan di Sungai Gangga ditemukan banyak uang 1.000 rupee mengambang.
.
Banyak orang marah dan melawan. Terutama mereka yang menimbun 'black money'. Bahkan langkah ini harus dibayar oleh India dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi 2016 dan diprediksikan masih akan turun lagi di 2017.
.
Di Indonesia belakangan juga banyak yang marah dan menuntut penarikan mata uang baru. Ada lambang palu arit, katanya. Tapi ini bukan kisah palu arit, tapi black money. Di India, bukan Indonesia.(*)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208206088771190&id=1271215198

Senin, 23 Januari 2017

JAWA BARAT, PROVINSI PALING BERBAHAYA DI INDONESIA..

Muak dengan berita intoleransi yang terus menerus, saya ingin mencari jejak daerah mana yang paling toleran di Indonesia.

Cari sana cari sini, akhirnya saya menemukan 10 kota paling toleran di Indonesia diantaranya adalah Salatiga, Manado, Ambon dan Sorong.

Ini menurut laporan Setara Institute tahun 2015. Disana kehidupan masyarakat beragamanya sangat rukun dan mereka bebas beribadah.

Tapi tetap saja, yang menarik adalah laporan dari Setara Institute juga tentang 10 daerah yang paling intoleran di Indonesia.

Dan anda pasti kaget, ketika menemukan bahwa 6 dari 10 daerah paling intoleran di Indonesia diborong JAWA BARAT.

Catat ya : Bogor, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Bekasi ( ciee ), dan Bandung ( cie ciee ).

Gile, ini namanya juara umum di kategori intoleran...

Menarik sekali bagaimana Jawa Barat dengan masyarakat Sundanya yang dikenal sangat santun agamis dan ramah, ternyata sangat Intoleran. Kutukan apa ini ??

Padahal Gubernur dan Wagubnya dikenal sebagai hamba yang sangat ikhlas...

Bahkan Gubernurnya selalu menyuruh warganya merenung ketika banjir luas melanda. Wagubnya selalu menangis ketika mendengar bahwa banyak daerah Jabar yang tidak punya MCK. Karena cintanya pada Tuhan, mereka sampai berniat ingin membangun rumah megah senilai 1 triliun rupiah untukNya supaya mau mampir disana.

Lalu kenapa malah masyarakatnya malah paling intoleran ? Apa yang salah ?

Bahkan menurut The Islah Center di Oktober 2016, beberapa LSM melakukan riset dan menemukan bahwa paling banyak kasus intoleransi itu terjadi di Jawa barat. Dan ini diamini juga oleh Wahid Institute..

Wat de pak ?? Bagaimana riset itu bisa bertentangan dengan kultur sosial masyarakat Sunda yang terkenal sangat toleran ??

"Itu Pitnah !!" Kata temanku yang orang Sunda yang tidak bisa ngomong F.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung sepanjang 2005 - 2011 ada lebih dari 350 peristiwa tindak kekerasan kebebasan beragama di sana.

Duh, lalu pada dimana ulama yang suka naik kuda dan si serak basah berada ? Apakah mereka gagal dalam membina ahlak umatnya ? Padahal dengar2 mereka bisa mengirim jutaan orang shalat Jumat di Monas..

Apa mungkin ini salah satu sebabnya ??

Laporan BPS yang dirilis Januari 2016 menunjukkan bahwa Jabar meraih piala sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Jumlahnya 2,7 juta orang.

Bahkan beda dengan Jatim yang menduduki peringkat kedua saja sebanyak 1 juta orang..

Awwww.. pantas banyak orang lapar sehingga mereka jadi beringas. Dan miskin biasanya temannya kebodohan. Bungkus dengan agama, suruh taat pada ulama dan janjikan surga.. kelar sudah tetangganya..

Apakah Jawa barat akan terus memegang piala intoleransi, yang diberi nama "The Bumi Datar's Award" ini ?

Coba kita tanyakan pada secangkir kopi..

www.dennysiregar.com

Jumat, 30 Desember 2016

John Wayne Gacy

John Wayne Gacy, Jr lahir di Chicago, Illinois. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama John Wayne Gacy, Sr dan Ibunya bernama Marion Elaine.

Ayahnya adalah seorang pemabuk dan suka melakukan kekerasan fisik terhadap istri dan anak-anaknya. Gacy sendiri sering dipukul oleh ayahnya dengan menggunakan sabuk kulit untuk masalah-masalah yang ia perbuat. Dia juga sering diejek oleh ayahnya dengan disebut sebagai "banci","bodoh" dan �anak mama".

Gacy di masa kecilnya sering mendapatkan kekerasan. Pada usia 11 tahun, ia dipukul di dahi dengan kursi lipat. Pukulan ini menimbulkan gumpalan darah di otaknya, tetapi ia baru mengetahuinya ketika ia berusia 16 tahun, disaat ia mulai sering pingsan. Ayahnya menduga bahwa hal ini adalah upaya Gacy untuk memperoleh simpati, dan menuduh Gacy hanya pura-pura. Gacy akhirnya mendapatkan resep obat untuk melarutkan darah beku tersebut.

Pada tahun 1967, Gacy mulai melakukan pelecehan terhadap karyawan laki-laki remaja dari restoran yang ia kelola. Gacy membuka sebuah �klub� di lantai dasar rumahnya, di mana ia mengizinkan karyawan untuk minum alkohol sebelum ia melakukan kegiatan seksual terhadap mereka.

Pada bulan Maret 1968, dua anak laki-laki, menuduhnya melakukan penyerangan seksual kepada mereka. Gacy mengaku tidak bersalah, tetapi pada bulan Agustus tahun itu pula ia membayar pemuda lain untuk melakukan serangan fisik kepada salah satu penuduhnya untuk mencegah anak tersebut bersaksi melawan dia. Pemuda bayaran tersebut kemudian ditangkap dan mengaku, Gacy pun ditangkap. Pada tanggal 3 Desember 1968, Gacy didakwa atas perbuatan sodomi dan dijatuhi hukuman 10 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagaian Iowa. Gacy kemudian dibebaskan karena perilaku yang baik pada tanggal 18 Juni 1970.