Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Juni 2017

Ttongsul adalah wine yang terbuat dari kotoran

Minuman keras tradisional seperti arak, sake atau tuak biasanya dinikmati ketika ada suatu perayaan saja. Banyak negara di dunia menggunakan minuman keras khas untuk pengobatan. Tak terkecuali dengan Ttongsul, wine dari Korea. Bedanya, wine ini terbuat dari kotoran manusia.   Ttongsul adalah wine yang terbuat dari kotoran anak -anak berusia 4-7 tahun.

Menurut Dr. Lee Chang Soo melalui situs www.vice.com, Ttongsul mengandung 9% alkohol. Ia juga menambahkan bahwa minuman ini murni minuman yang bemanfaat bagi kesehatan. Sejak beberapa abad yang lalu orang-orang sudah menggunakan kotoran untuk pengobatan. Ada yang menggunakan kotoran kelelawar, ayam, dan manusia. Tetapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini mulai ditinggalkan.

Wine Korea unik ini bisa menyembuhkan memar di tubuh, kerusakan tulang, trauma jatuh dan juga epilepsi. Yuka Uchida dari www.vice.com secara khusus mengulas wine ini dengan mewawancarai beberapa orang Korea tentang Ttongsul. Hasilnya, tak ada satu orang pun yang tahu apa itu Ttongsul apalagi pernah meminumnya. Hal ini terjadi mungkin karena Ttongsul mulai ditinggalkan sejak tahun 1960-an ketika orang-orang Korea mulai mengenal modernisasi dan perawatan medis dari Barat.

Yuka mengikuti cara Dr. Soo dalam membuat Ttongsul. Pertama, Dr. Soo memasukkan kotoran anak-anak yang menurutnya tidak berbau, tidak seperti kotoran manusia dewasa ke dalam sebuarh wadah. Setelah itu, ia mencampurkan dengan air dan mengaduknya. Kemudian, didiamkan selama 24 jam. Selanjutnya, ditambahkan beras yang bebas gluten yang berfungsi menimbulkan alkohol. Juga berfungsi mencegah inflamasi dan memberikan rasa.
Campuran ini kemudian disimpan dalam guci pada suhu 30-37 derajat celcius. Bahan-bahan tadi didiamkan selama sekitar seminggu, dan setelah terfermentasi, minuman ini pun layak untuk diminum. Menurutnya ttongsul yang sudah terfermentasi terdiri dari banyak bakteria yang baik untuk tubuh.

(Source : faktadanmitos)

Rabu, 29 Maret 2017

Usia Alam Semesta Menurut Hindu.

Dalam kitab-kitab suci Hindu disebutkan bahwa alam semesta diciptakan, dimusnahkan, dan dibuat ulang menurut suatu siklus yang berputar abadi. Siklus tersebut disebut Kalpa atau masa seribu Yuga. Satu Kalpa sama dengan 4.320.000.000 tahun bagi manusia sedangkan bagi Brahma satu Kalpa sama dengan satu hari. Dalam kosmologi Hindu, alam semesta berlangsung selama satu Kalpa dan setelah itu dihancurkan oleh unsur api atau air. Pada saat itu, Brahma istirahat selama satu malam, yang lamanya sepanjang satu hari baginya. Proses itu disebut Pralaya (Katalismik) dan berulang-ulang selama seratus tahun bagi Brahma (311 Triliun tahun bagi manusia) yang merupakan umur Brahma.

Menurut pandangan umat Hindu, alam semesta sedang berada pada tahun ke-51 bagi Brahma atau 155 Triliun tahun telah berlangsung semenjak Brahma lahir. Setelah Brahma melewati usianya yang ke-100, siklus yang baru dimulai lagi dan segala ciptaan yang sudah dimusnahkan diciptakan kembali. Proses ini merupakan siklus abadi yang terus berulang-ulang dan tak akan pernah berhenti.

Masa hidup Brahma dibagi setiap satu siklus Mahayuga. Yuga terdiri dari empat bagian, yang mana dalam setiap bagian merupakan zaman yang memiliki karakter berbeda-beda. Mahayuga memiliki 71 Divisi, dan setiap divisi merupakan 14 Manvantara (1000) tahun. Setiap Mahayuga berlangsung 4.320.000 tahun. Manwantara adalah siklus Manu, leluhur manusia menurut kepercayaan Hindu.

Senin, 23 Januari 2017

KRONOLOGIS BOIKOT WAYANG KULIT

Pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2017, terpasang spanduk PAGELARAN WAYANG KULIT di depan gedung Arcici milik PEMDA DKI yang tertulis nama tamu undangannya yaitu bapak AHOK dan DJAROT ....

Namun apa yg terjadi setelah itu....

Keesokan harinya, beberapa pemuda membawa spanduk tandingan yg dipasang  tak jauh dari situ, bertuliskan :

1. MENOLAK DENGAN KERAS PEMUTARAN WAYANG KULIT

2. PEMUTARAN WAYANG KULIT BUKAN SYARIAT ISLAM

3. WAYANG KULIT BUKAN BUDAYA DAN AJARAN UMMAT ISLAM

***
Spanduk pertama dan ke dua bunyinya hampir sama dan nampak terdengar P*K*K...

Sejak kapan wayang kulit DIPUTAR??? Emang bioskop? Komidi puter? Gangsingan? Kitiran?

Terkesan buatnya terburu2 sehingga gak sempat menggunakan OTAK utk menyusun kata2 yg pas... maklum kaum ONTA = OTAKNYA TAK ADA ....

***
Spanduk ke 2 kalo kita cermati secara kekinian, lebih aneh lagi.... menyatakan sebuah pertunjukkan kesenian sbg sebuah pertunjukkan.yg BUKAN SYARIAT ISLAM.... sementata dirumah nya ada TELEVISI YG BERISI RIBUAN TONTONAN2 YG BUKAN SYARIAT ISLAM juga, tapi mereka pelototin seumur hidupnya....

Lagi2 OTAKNYA TAK ADA sehingga membuat spanduk yang nampak PEKOK sak pekok2e uwong...

***
Spanduk ke 3 gak kalah PEKOK nya... bahkan teramat PEKOK... yg bilang wayang kulit BUDAYA DAN AJARAN ISLAM SIAPA TONG? Engkong lo ya???

Dan sepertinya pengide kalimat di spanduk ke 3 tsb adalah orang yang lahirnya MAK CEPROT langsung ditadangin ember isi aer.... byuuurr...
Akhirnya kuping sak irunge kelebon banyu terus nggarai uteke meleleh soko kuping sak tuwek e.... jadi gak pernah tau kalo wayang kulit pernah dipake para Wali Allah utk menyebarkan agama islam di tanah Jawa ini....  maklum wong mbeler....

Begitulah sekilas inpoh dari aye nyang kagak habis pikir liat kelakuan pekokers akhir2 ini jelang pilkada DKI yg ketakutan Ahok menang satu puteran.... jadi di mana2 Ahok kudu dihalang2i dateng.... sampe2 WAYANG KULIT IKUT JADI KORBAN KEPEKOKAN MRK....

#PILIHAHOKDJAROT!!
#SayNoToTerrorism
#SayNoToRacism
#SayNoToRadicalism

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=226100024516457&id=100013493821008