Tampilkan postingan dengan label fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fact. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

Mengapa Stir Mobil Orang Indonesia Di Sebelah Kanan


Mengapa Stir Mobil Orang Indonesia Di Sebelah Kanan ?

Sahabat, Ngomong-Ngomong Pernahkah Terlintas Di Benak Sahabat Semuanya Mengapa Kita (Orang Indonesia) Ketika Memakai Kendaraan Selalu Berada Pada Lajur Kiri Jalan Dan Setir Selalu Berada Disebelah Kanan Sedangkan Negara Eropa Selalu Berkendara Di Lajur Sebelah Kanan Jalan dan Posisi Setirnya Justru Berada Di Sebelah Kiri.

Tahukah Sahabat Bahwasanya Di Dunia Terdapat Dua Aturan/Standar Dalam Berkendara Yaitu Left-Driving Countries dan Right-Driving Countries.

Left-Driving Countries Adalah Negara Yang Warga Negaranya Menggunakan Lajur Kiri Jalan Untuk Berkendara, Sehingga Posisi Setir/Kemudi Pada Mobil Berada Di Sebelah Kanan. Adapun Negara-Negara Yang Menarapkan Aturan Ini Adalah Indonesia, Inggris, Jepang, Australia, India, Singapura,Malaysia dll.

Sebaliknya, Right-Driving Countries Adalah Negara Yang Warga Negaranya Menggunakan Lajur Kanan Jalan Untuk Berkendara, Sehingga Posisi Setir/Kemudi Pada Mobil Ada Di Sebelah Kiri. Adapun Negara-Negara Yang Menarapkan Aturan Ini Adalah Amerika Serikat, Mayoritas Negara Eropa (Kecuali Inggris), Cina, dll

Dari Segi Jumlah Yang Menerapkan Penggunaan Lajur Kiri Jalan Alias Left-Driving Countries Tergolong Dalam Kelompok Minoritas. Dari Data Yang Ada, Hanya 75 Negara Saja (Termasuk Di Dalamnya Indonesia) Yang Menganut Left-Driving, Sedangkan Yang Menganut Right-Driving Ada Sekitar 125 Negara.



Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo

Kamis, 21 November 2013

Inilah Pengemis Terkaya Di Indonesia

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.



Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,'' ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan'', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan  14 inci,'' kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ''keberhasilan'' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan...

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada Tahun nanti.


Recommended Download
Download Insidious Chapter 3 Sub Indo

Kamis, 07 November 2013

15 Fakta Tentang Google yang Jarang Diketahui



Tanggal 4 September lalu Google baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-15. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin, mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Perusahaan, yang berawal dari garasi Susan Wojcicki di Menlo Park, California, sekarang Google memiliki lebih dari 70 kantor di lebih dari 40 lokasi global, termasuk London, dengan kantor pusatnya yang dikenal sebagai Googleplex di Mountain View, California. 

Google sekarang menjadi mesin pencari nomor satu di dunia. Pada Januari 2013, Google mengumumkan telah memperoleh pendapatan sebanyak $ 50 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama 15 tahun keberadaan Google, ada 15 fakta yang tersembunyi. 

Berikut 15 fakta yang jarang diketahui dari Google : 

1. Mengapa Android dinamai makanan penutup atau permen?. Seperti kita ketahui sistem operasi Android menggunakan nama-nama makanan seperti Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean dan baru-baru ini KitKat. Mengapa Google menggunakan nama makanan penutup atau permen untuk versi Androidnya? Google tidak mau menjelaskan mengapa, tetapi Randall Sarafa, juru bicara Google mengatakan, "Ini untuk memudahkan tim internal mengingat versi Android dengan nama makanan penutup sesuai dengan urutan abjad”. 

2. Google Doodle. Google Doodle pertama kali digunakan pada saat perayaan festival Burning Man pada tahun 1998. Lalu pada bulan Mei 2012, Google meluncurkan Google Doodle pertama interaktif untuk merayakan ulang tahun ke-30 game arcade Pac-Man, bekerjasama dengan Namco. Para pencari bermain Pac-Man dalam browsernya dengan mengklik tombol 'Insert Coin'. Permainan mendapat virus dengan pengguna, sehingga Google membuat situs permanen setelah Doodle telah dihapus. Kemudian pada tahun yang sama, Google meluncurkan Google Doodle animasi pertamanya untuk menandai ulang tahun John Lennon ke-70 dengan klip pendek dari lagu 'Imagine'. Sebuah Doodle yang sama diluncurkan, menggunakan klip Queen dengan lagu 'Don’t Stop Me Now' lagu, serta pada saat ulang tahun ke-65 Freddie Mercury pada bulan September 2011. 

3. Akuisisi Google. Google telah mengakuisisi rata-rata satu perusahaan setiap minggu sejak 2010. Pada tahun 2010, Google Energi melakukan investasi pertamanya dalam sebuah proyek energi terbarukan oleh NextEra Energy Resources. Pada tahun yang sama Google membeli Global Solutions IP, sebuah perusahaan yang berbasis di Norwegia yang menyediakan telekonferensi berbasis web dan layanan terkait lainnya. Dan pada Mei 2010, Google mengumumkan juga telah mengakuisisi jaringan iklan mobile AdMob. Kemudian mengakuisisi Android, Motorola Mobility, Quickoffice dan banyak lagi lainnya. 

4 Larry Page dan Sergey Brin ingin menjual Google seharga 1 juta USD, Tapi hanya ditawar 750 ribu USD. Mereka pergi ke Excite CEO George Bell dan menawarkan Google sebesar 1 juta USD. Tapi dia menolak tawaran tersebut dan kemudian dikritik Vinod Khosla, salah satu kapitalis ventura Excite, setelah dinegosiasikan Brin dan Page turun menjadi 750 ribu USD. Pada tanggal 7 Juni 1999, mendapatkan dana sebesar 25 juta USD dengan investor besar termasuk perusahaan modal ventura Kleiner Perkins Caufield & Byers dan Sequoia Capital. 

5. Google Memiliki 150 Koki. Google mempekerjakan koki pertama kali bernama Charlie Ayers, pada bulan November 1999, ketika perusahaan hanya memiliki 40 karyawan. Pekerjaanya dipublikasikan secara luas di media, dan dalam sejarah perusahaan Google yang ditulis David Vise dalam satu babnya menyebutkan tentang “Charlie’s Place". Pada saat ia meninggalkan Google tahun 2006, Ayers dan timnya sebanyak lima chef dan 150 karyawannya melayani 4.000 porsi untuk makan siang dan makan malam setiap harinya di 10 kafe di seberang kampus kantor pusatnya di Mountain View, California. 

6. IPO Google membuat banyak karyawannya menjadi jutawan. Sekitar 1.000 karyawan Google menjadi jutawan ketika perusahaan go public pada tahun 2004. Salah satu jutawan tersebut adalah tukang pijat Bonnie Brown, yang bekerja di perusahaan tersebut sebagai tukang pijat dengan gaji 450 USD seminggu. 

7. Pusat data hijau Google. Di dalam Council Bluffs, pusat data Google memiliki ruang dengan ukuran lebih dari 115.000 kaki persegi. Ada lebih dari 9 pusat data yang dimiliki oleh Google. Pusat-pusat data tersebut digunakan untuk menjalankan layanan internet Google seperti Google Search, Google, Gmail, layanan awan dan lain-lain. Di pusat data Georgia, Google membangun sistem pendinginan evaporative, yang menggunakan kedua lubang udara dari luar dan air yang disemprotkan ke server. Proses pendinginan evaporative biasanya menggunakan "ratusan ribu galon air dalam sehari." Untuk mengatasi limbah air yang sedemikian besar, Google telah menggunakan sistem penyadapan air limbah untuk mendinginkan pusat data di Douglas County, Georgia. Ini pertama kalinya Google telah menggunakan air limbah daur ulang untuk pusat data di Amerika Serikat dengan sistem yang dibiayai oleh Google dan dimiliki oleh otoritas air setempat. 

8. "Saya merasa beruntung". Google pertama kali ngetwit dengan kata-kata "I’m feeling lucky” atau “Saya merasa beruntung". Kini tulisan "I’m feeling lucky " menjadi tombol dibawah pencarian Google, untuk membawa pengguna langsung ke pencarian di halaman pertama, pendapatan iklan Google diperkirakan hilang sekitar 100 juta USD setiap tahunnya. 

9. Gmail. Gmail dirilis pada tanggal 16 Desember 2005, dan sekarang tersedia di lebih dari 50 bahasa. Ide membuat Gmail pertama kali diungkapkan oleh Rajen Sheth selama wawancara dengan Google, dan kemudian dikembangkan oleh Paul Buchhe. Awalnya klien email yang tersedia hanya digunakan oleh karyawan internal Google. Google mengumumkan Gmail untuk umum pada tanggal 1 April 2004 dengan memperkenalkan "Gmail Paper", di mana pengguna bisa mengklik sebuah tombol dan Gmail akan mengirimkan sebuah kertas fotokopi email arsip yang didukung iklan gratis. 

10. Google mendapatkan uang dari perusahaan saingannya. Google mendapat uang dari saingannya seperti Mozila. Perusahaan Mozila membayar 300 Juta USD pertahun untuk menjadikan mesin pencari sebagai default pada web browser Mozilla Firefox. Hal ini sama dengan Apple yang menggunakan Google maps, di mana Google mendapatkan uang untuk menempatkan iklan. Para saingan lainnya termasuk Yahoo dan Microsoft, juga tergantung pada layanan Google. 

11.Slogan Google. Pernyataan misi sejak awal adalah "untuk mengatur informasi dunia dan membuatnya dapat diakses secara universal dan berguna", dengan slogan resmi adalah "Don't be evil" atau "Jangan jahat”. 

12. Kekayaan Pendiri Google. Pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang memiliki saham hanya 16 persen perusahaan dan memberikan kekayaan bersih gabungan sekitar 46 Milyar USD. Dan menempatkannya sebagai orang-orang terkaya di dunia. 13. Membaca CAPTCHA. Google menggunakan reCAPTCHA untuk mengajarkan komputer bagaimana membaca teks. Dengan 200.000 juta CAPTCHA yang dapat diselesaikan setiap harinya. Komputer Google belajar bagaimana mengidentifikasi kata-kata dipindai dari buku-buku bahkan jika mereka menyesatkan. 

13. Data Google. Indeks pencarian Google lebih 100 juta gigabyte. Hal tersebut membuat Google dapat mengambil 100.000 terabyte personal drive yang mengandung jumlah data yang sama. 

14. Lain-lain. Sergey Brin dan Larry Page tidak mengetahui tentang HTML. Untuk waktu yang lama Anda hanya bisa mencari dengan menekan tombol kembali bahkan tidak memiliki tombol kirim. Google mungkin satu-satunya perusahaan dengan tujuan eksplisit untuk mengurangi jumlah orang menghabiskan waktu di situs tersebut.